Jelang Demo, Hong Kong Tangkap Dua Aktivis Lagi - Medcom

    Jelang Demo, Hong Kong Tangkap Dua Aktivis Lagi

    Sonya Michaella - 30 Agustus 2019 13:14 WIB
    Jelang Demo, Hong Kong Tangkap Dua Aktivis Lagi
    Agnes Chow (tengah). (Foto: AFP)
    Hong Kong: Menjelang demonstrasi Sabtu besok, Kepolisian Hong Kong menangkap dua aktivis pro-demokrasi lagi selain Joshua Wong, yakni Andy Chan dan Agnes Chow.

    "Agnes Chow ditangkap di rumahnya. Kami belum tahu tuduhan apa yang mereka hadapi," sebut pernyataan dari partai Demosisto, dikutip dari Channel News Asia, Jumat 30 Agustus 2019.

    Satu aktivis lainnya yakni Andy Chan, ditangkap di Bandara Internasional Hong Kong dengan tuduhan berpartisipasi dalam kerusuhan dan menyerang polisi saat unjuk rasa 13 Juli lalu.

    Sementara itu, polisi mengatakan Agnes Chow dan Joshua Wong ditangkap karena diduga mengorganisir demonstrasi secara tidak sah.

    Polisi juga telah menolak izin unjuk rasa yang akan digelar besok di pusat bisnis Hong Kong. Polisi khawatir beberapa pedemo akan melakukan tindakan anarkis.

    Para pedemo pun mengalihkan unjuk rasa menuju Kantor Perwakilan Utama Tiongkok di Hong Kong. 

    Berbicara di luar gedung Lai Chi Kok Correctional Institute, pekan lalu, Joshua yang baru berusia 22 tahun menyerukan kepada para demonstran untuk melanjutkan aksi protes di jalanan. Aksi protes terus berlanjut meski Carrie Lam telah memutuskan menunda proses pengesahan RUU ekstradisi.
     
    RUU ekstradisi dinilai demonstran berpotensi membuat pengaruh Tiongkok terhadap Hong Kong semakin menguat. Mereka khawatir nantinya Hong Kong akan menjadi seperti kota-kota lain di Tiongkok yang tidak memiliki kebebasan berekspresi.
     
    Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong.
     
    Pemerintahan Lam menegaskan RUU ekstradisi ini dapat mencegah Hong Kong berubah menjadi tempat perlindungan bagi kriminal, menyusul sebuah kasus pembunuhan yang sempat menghebohkan di Taiwan.
     
    Sejumlah kritikus menilai RUU ekstradisi akan membuat masyarakat Hong Kong terpapar sistem hukum Tiongkok yang dinilai cacat. Independensi Hong Kong juga dikhawatirkan terkikis jika RUU ekstradisi itu disahkan.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id