Bangladesh Pulangkan Tentara Myanmar yang Sempat Hilang

    Arpan Rahman - 03 Maret 2019 17:16 WIB
    Bangladesh Pulangkan Tentara Myanmar yang Sempat Hilang
    Perbatasan Myanmar dekat Naikhongchhari, Bangladesh. (Foto: AFP/Sam Jahan)
    Cox's Bazar: Pasukan Bangladesh memulangkan seorang prajurit Myanmar yang sempat dinyatakan hilang selama lebih dari dua bulan. Prajurit tersebut diduga tersesat dan melintasi perbatasan ke wilayah Bangladesh saat sedang berpatroli di area hutan.

    Brigadir Jenderal Sajedur Rahman dari unit perbatasan militer Bangladesh mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Aung Bo Bo Thein, 30, ditangkap pasukan keamanan pada 24 Januari di dekat kota Naikhongchhari.

    "Dia menyeberangi perbatasan dan ditemukan di area hutan. Hari ini kami memulangkannya ke kepolisian perbatasan Myanmar," kata Rahman, Minggu 3 Maret 2019.

    Hubungan Bangladesh dan Myanmar memburuk sejak 740 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine ke negara tetangganya pada 2017. Ratusan ribu Rohingya itu melakukan eksodus massal karena khawatir tewas atau terluka dalam operasi keamanan Myanmar di Rakhine.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut operasi militer Myanmar di Rakhine sebagai "pembersihan etnis." Myanmar membantahnya, dan menegaskan bahwa operasi di Rakhine semata untuk memburu sejumlah kelompok militan.

    Sebelum kedatangan 740 ribu etnis minoritas dari Myanmar, Bangladesh sudah menampung 300 ribu Rohingya yang melarikan diri dari beberapa gelombang kekerasan sebelumnya di Rakhine.

    Bangladesh dan Myanmar menandatangani sebuah perjanjian pada November 2017 yang membahas mengenai repatriasi Rohingya. Namun Rohingya di Bangladesh menolak pulang, kecuali jika mereka diberi status kewarganegaraan dan hak-hak lainnya. PBB juga meminta Myanmar untuk menjamin keamanan Rohingya terlebih dahulu sebelum melakukan repatriasi.

    Pekan ini, Bangladesh mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pihaknya sudah tidak bisa lagi menampung lebih banyak pengungsi asal Myanmar. Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque mengatakan bahwa krisis Rohingya di negaranya sudah berubah dari "buruk menjadi sangat buruk."

    Haque meminta DK PBB untuk mengambil tindakan "tegas" atas krisis Rohingya ini. DK PBB menghargai keluhan Bangladesh, tapi tetap meminta negara tersebut untuk tidak menutup pintu terhadap kedatangan pengungsi baru.

    "Apakah Bangladesh harus membayar (lebih banyak lagi) karena bersikap responsif dan bertanggung jawab dalam memperlihatkan empati terhadap kelompok minoritas yang terpersekusi di negara tetangga?" tanya Haque.

    Baca: Menlu Minta Isu Rakhine Diselesaikan Melalui ASEAN



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id