Konsul Indonesia Ditolak Masuk PNG Terkait Korona

    Willy Haryono - 05 Februari 2020 08:28 WIB
    Konsul Indonesia Ditolak Masuk PNG Terkait Korona
    Warga Papua Nugini berjalan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, Selasa 14 November 2019. (Foto: Antara Foto/M Agung Rajasa)
    Jayapura: Seorang konsul Indonesia ditolak masuk ke Papua Nugini (PNG) yang khawatir terhadap penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Abraham Lebelauw ditolak masuk saat hendak menyeberang dari Papua Barat ke PNG hari ini, Rabu 5 Februari 2020.

    Abraham mengatakan kepada surat kabar The National bahwa pemindai temperatur tubuh dipasang Pemerintah PNG di perbatasan. Peningkatan pengamanan tersebut diketahui telah diterapkan PNG sejak pekan kemarin.

    Dikutip dari rnz.co.nz, Abraham mencoba menggunakan imunitas diplomatik untuk bisa menyeberang, namun tetap ditolak.

    Saat ini Abraham berada di kota Jayapura bersama ratusan orang lainnya -- termasuk warga PNG -- yang terkena imbas penutupan perbatasan.

    "Tidak ada kasus terkonfirmasi (virus korona nCoV) di Indonesia, dan saya jelas bukan datang dari Wuhan," ucap Abraham, merujuk pada kota di Tiongkok yang menjadi pusat penyebaran virus tersebut.

    "Sebagai negara tetangga yang menjalin hubungan baik dengan Papua Nugini, sebaiknya masalah ini dibicarakan dengan baik, seperti yang sudah kita lakukan saat menangani wabah polio di masa lalu," sambung dia.

    Jumlah korban tewas virus korona nCoV kembali bertambah dan kini sudah mendekati angka 500 per Rabu ini. Angkanya di Tiongkok kini mencapai 490 orang, sementara dua kematian lainnya terjadi di luar negara tersebut, yakni di Filipina dan Hong Kong.
     
    Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat total infeksi korona di seantero Negeri Tirai Bambu saat ini mencapai 24.324.
     
    Lebih dari 20 negara telah mengonfirmasi kemunculan virus korona nCoV. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan status darurat global terkait virus varian baru ini, yang diyakini pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id