Pengadilan Myanmar Tolak Banding Dua Jurnalis Reuters

Sonya Michaella - 11 Januari 2019 14:58 wib
 Kyaw Soe Oo (kiri) and Wa Lone ditangkap sejak September 2018.
Kyaw Soe Oo (kiri) and Wa Lone ditangkap sejak September 2018. (Foto: AFP)

Nay Pyi Taw: Pengadilan Tinggi Myanmar menolak banding dua jurnalis Reuters yang dipenjara dengan tudingan membocorkan rahasia negara. Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditahan ketika sedang menyelidiki krisis Rakhine State pada September 2018 lalu. 

Usai banding ditolak, tim pengacara mengatakan segera berdiskusi dengan berunding dengan dua klien dan keluarganya terkait penolakan banding ini.

Dilansir dari CNN, Jumat 11 Januari 2019, menurut para pengacara, vonis tersebut adalah sebuah "kesalahan" yang sudah membuat dua klien mereka divonis selama 7 tahun penjara.

Namun, menurut jaksa, keduanya telah melanggar aturan kerahasiaan negara karena memiliki sejumlah dokumen rahasia Myanmar.

Baca: Dua Jurnalis Reuters di Myanmar Ajukan Banding

Vonis terhadap Wa Lone dan Kyaw Soe Oo memicu kecaman global pada September, termasuk yang datang dari Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Pence meminta pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk ikut serta dalam proses pengadilan.

Namun seruan untuk pembebasan kedua wartawan relatif dingin di dalam Myanmar, di mana Suu Kyi juga mengatakan bahwa dua jurnalis tersebut melanggar hukum.

Suu Kyi juga gigih membela tindakan militer di Rakhine sebagai tanggapan atas serangan yang pertama kali dilakukan oleh Rohingya.

Dia juga menuduh media-media internasional memberitakan hal yang sangat bias terkait krisis Rohingya. Selain itu, sejumlah menteri kabinet Suu Kyi meminta media Myanmar untuk melindungi reputasi negara. 



(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.