Shinzo Abe Resmi Jadi PM Terlama di Jepang

    Willy Haryono - 20 November 2019 07:56 WIB
    Shinzo Abe Resmi Jadi PM Terlama di Jepang
    PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)
    Tokyo: Shinzo Abe mencetak sejarah sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Jepang, Rabu 20 November 2019. Namun sejumlah tujuan ambisius Abe, termasuk revisi konstitusi negara untuk memperkuat militer Jepang, masih jauh dari jangkauan.

    Rabu ini menandai masa jabatan PM Abe yang telah mencapai 2.887 hari. PM Abe memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Taro Katsura, seorang politikus Jepang yang berkuasa tiga kali antara tahun 1901 dan 1913.

    Dikutip dari AFP, Abe juga menjadi pemimpin kedua dengan masa jabatan terlama di Group of Seven (G7). Ia berada di belakang Kanselir Jerman Angela Merkel yang telah menjadi petinggi G7 sejak 2005.

    Kekuasaan PM Abe masih tetap tak tergoyahkan saat ini, dengan masa jabatan yang diyakini akan terus berlangsung hingga setidaknya September 2021. Sejauh ini, belum ada tokoh yang disebut-sebut akan menggantikan PM Abe.

    Namun sang perdana menteri masih memiliki banyak urusan yang belum terselesaikan. Usai perombakan kabinet beberapa waktu lalu, PM Abe sempat berkata bahwa dirinya berharap dapat "menjalankan tantangan untuk menciptakan negara baru."

    Ia berulang kali menekankan ambisi lamanya, yakni merevisi konstitusi pascaperang Jepang. Revisi diperlukan Abe untuk mengubah status Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF).

    Ambisi Abe sulit terwujud karena sejumlah partai oposisi menolak rencana revisi konstitusi. Reputasi PM Abe juga tercoreng pengunduran diri dua menteri serta munculnya sebuah skandal kronisme.

    Saat ini PM Abe mendapat sejumlah kritik karena mengundang terlalu banyak pendukungnya untuk menghadiri pesta melihat bunga sakura yang menghabiskan biaya besar. Kritik ini memaksa Pemerintah Jepang membatalkan acara tahunan tersebut tahun depan.

    Meski PM Abe dikelilingi kontroversi, sejumlah pakar menilai koalisi Pemerintah Jepang saat ini tidak menghadapi ancaman besar di parlemen dan juga di internal Partai Demokratik Liberal (LDP).

    "Tidak ada rival kuat di dalam LDP, dan fondasi PM Abe di partai tersebut juga stabil," tulis artikel surat kabar konservatif Yomiuri Shimbun.

    Sebuah survei media NHK bulan ini memperlihatkan bahwa dukungan warga terhadap LDP masih tetap kuat di angka 36,8 persen. Sementara kubu oposisi, Partai Demokratik Konstitusional, hanya mendapat 6,3 persen dukungan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id