Malaysia Pantau Situasi Indonesia Pascagempa Banten

    Willy Haryono - 03 Agustus 2019 08:51 WIB
    Malaysia Pantau Situasi Indonesia Pascagempa Banten
    Wakil PM Malaysia Wan Azizah Ismail saat berada di Beijing, Tiongkok, 9 Juli 2019. (Foto: AFP/MARK SCHIEFELBEIN)
    Kuala Lumpur: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Banten pada Jumat 2 Agustus 2019 pukul 19.03 Waktu Indonesia Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut berpotensi memicu gelombang tsunami.

    Sebagai negara tetangga Indonesia, Malaysia turut khawatir terhadap keselamatan warga di sekitar lokasi gempa. Guncangan dirasakan kuat tak hanya di Banten, namun juga beberapa lokasi lain termasuk ibu kota Jakarta.

    "Mendapat makluman Jakarta dilanda gempa bumi 7.4 magnitud yang berpotensi mengakibatkan Tsunami. Saya doakan tiada perkara buruk akan berlaku. Saya akan mengikuti rapat perkembangan situasi di negara serumpun kita ini," tulis Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Ismail di Twitter.

    Selang beberapa jam, tepatnya pukul 21.35 WIB, BMKG resmi mengakhiri status peringatan dini tsunami. BMKG mengklaim pencabutan status ini telah diprediksikan sebelumnya.

    Setelah mengumumkan pencabutan status tsunami, BMKG juga merevisi magnitudo gempa dari 7,4 menjadi 6,9. Perubahan magnitudo gempa terjadi karena faktor lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

    Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan lembaga terkait untuk bertindak cepat menangani kondisi pascagempa.

    Baca: BNPB Catat Sejumlah Bangunan Rusak Pascagempa Banten



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id