Rp85 Miliar Diserahkan Saudi untuk Korban Kecelakaan Crane

    Fajar Nugraha - 02 September 2019 18:51 WIB
    Rp85 Miliar Diserahkan Saudi untuk Korban Kecelakaan <i>Crane</i>
    Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel saat bertemu Raja Salman. Foto: Dok.KBRI Riyadh.
    Riyadh: Santunan dari Kerajaan Arab Saudi untuk korban jatuhnya alat berat crane di Kompleks Masjidil Haram di Makkah, 2015 lalu akhirnya dicairkan. Tercatat Raja Salman memberikan cek senilai Rp85,1 miliar untuk keluarga korban jatuhnya crane.

    Cek tersebut bernilai USD6,13 juta atau senilai Rp85,1 miliar dan diserahkan oleh Penasehat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Mohammad Alshammeri kepada Koordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh Raden Ahmad Arief di Kantor Kementerian Luar Negeri, Riyadh Arab Saudi.

    Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MBS) atas empati dan perhatian yang luar biasa kepada para jamaah haji Indonesia korban musibah crane yang terjadi pada 11 September 2015.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 2 September 2019 Dubes Maftuh langsung mengirim surat ucapan terimakasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamed bin Salman. Surat yang sama juga dikirimkan kepada Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal serta berbagai kementerian terkait di Arab Saudi.

    “Cek-cek tersebut 35 lembar dan terdiri dari dua nominal. Pertama USD133 ribu atau setara 500 ribu Riyal atau Rp1,8 Miliar untuk korban luka berat. Kedua, USD266 ribu (setara 1 Juta Riyal) atau Rp3,7 Miliar untuk korban meninggal dan korban cacat permanen. Serta satu Cek untuk korban luka berat masih perlu pencocokan data paspor dan secepatnya akan direalisasikan sehingga total menjadi lengkap 36 cek,” ucap Dubes Agus.

    Rp85 Miliar Diserahkan Saudi untuk Korban Kecelakaan <i>Crane</i>
    Crane yang roboh dan menimpa jemaah di Masjidil Haram. Foto: KBRI Riyadh.


    KBRI Riyadh juga sudah menyampaikan detail laporan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk  selanjutnya akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia.

    “Hampir tiap minggu para keluarga ahli waris di Indonesia menghubungi kami lewat facebook, WA atau medsos yang lain mempertanyakan kapan realisasi santunan Raja Salman tersebut. Selalu kami jawab bahwa sejak kami mulai bertugas di KBRI Maret 2016 akan selalu prioritaskan untuk menyelesaikan kasus crane dengan melakukan upaya komunikasi dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi,” tegas Dubes Agus Maftuh.

    Dirinya menambahkan, ketika pihaknya baru bertugas selama dua bulan di Arab Saudi, pernah dipanggil ke Istana Raja dan pada waktu langsung kami sampaikan harapan para ahli waris korban crane kepada Diwan Malaki (Royal Court) yang merupakan Kantor Raja Salman.


    Indonesia jadi prioritas


    Dalam beberapa nota diplomatik yang diterima KBRI Riyadh dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dijelaskan bahwa sebenarnya penyelesaian pembayaran santunan Raja Salman untuk para WNI yang menjadi korban baru akan diberikan setelah selesainya proses fatwa waris dari masing-masing korban meninggal.

    “Namun akhirnya Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kemudahan-kemudahan kepada Indonesia dengan merealisasikan penyerahan cek tersebut sebelum selesainya finalisasi fatwa waris yang sekarang masih dipersiapkan oleh Kementerian Agama RI,” sebut Dubes Agus.

    Dubes Maftuh sangat mengapresiasi kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi dan tidak lupa mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada Kedutaan Arab Saudi di Jakarta yang selalu melakukan kolaborasi kerja sama untuk menuntaskan santunan yang merupakan kepedulian Raja Salman kepada bangsa Indonesia. Penyelesaian cek untuk Indonesia diberikan pertama oleh Arab Saudi sebelum negara-negara yang lain.

    “Alhamdulillah, semua dilancarkan oleh Allah,” tutur tegas Dubes yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.
      
    Sebagaimana diketahui, musibah jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram  terjadi pada Jumat 11 September 2015 menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai lebih 200 orang. Jamaaah haji yang menjadi korban musibah crane berasal dari Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, Turki, Aljazair, Iran, Irak, Libya, Afghanistan dan Mesir.

    Rp85 Miliar Diserahkan Saudi untuk Korban Kecelakaan <i>Crane</i>
    Crane yang di Masjidil Haram pada 2015 lalu. Foto: KBRI Riyadh.


    Perjalanan kasus musibah robohnya crane di Masjidil Harom ini memakan waktu yang cukup panjang. Kerajaan Arab Saudi sangat serius dalam menerjunkan tim pencari fakta untuk melakukan verifikasi yang detail terkait musibah tersebut.

    Pemerintah Kerajaan Saudi pernah juga menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini termasuk Kontraktor Bin Laden. Namun dalam sidang Mahkamah pada Oktober 2017, Hakim dengan sebelumnya membacakan 108 halaman naskah putusan, memutuskan bahwa tidak unsur pidana dalam kasus ini.

    Akhirnya 13 tersangka dibebaskan dari tuntutan hukum dan Kerajaan Saudi memutuskan bahwa ambruknya crane adalah murni bencana alam akibat badai besar yang terjadi di Makkah pada tahun 2015 tersebut.

    Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel menyebutkan, cek senilai USD6,13 juta ini bukan sebagai diyat ataupun ganti rugi, namun merupakan murni santunan dan perhatian besar Raja Salman terhadap para korban musibah robohnya crane di dekat Shafa tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id