Antisipasi Korut, Kemenhan Jepang Anggarkan Rp713 Triliun

    Medcom - 31 Agustus 2019 12:11 WIB
    Antisipasi Korut, Kemenhan Jepang Anggarkan Rp713 Triliun
    Jepang terus meningkatkan anggaran pertahanan dalam mengantisipasi ancaman dari Korut dan Tiongkok. (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)
    Tokyo: Kementerian Pertahanan Jepang mengajukan anggaran sebesar USD50,3 miliar atau setara Rp713 triliun untuk membeli sejumlah pesawat jet tempur dan sistem pertahanan misil, Jumat 30 Agustus 2019. Anggaran sebesar ini merupakan upaya Jepang dalam mengantisipasi ancaman dari Korea Utara dan Tiongkok.

    Pengajuan anggaran ini 1,2 persen lebih tinggi dari tahun lalu. Ini merupakan kali kedelapan Kemenhan Jepang mengajukan penambahan jumlah anggaran secara berturut-turut.

    Anggaran ditujukan untuk membeli sejumlah peralatan tempur terbaru, termasuk enam jet tempur F35-B. Dana tersebut juga akan dipakai untuk meningkatkan kapabilitas dua destroyer agar dapat dipakai sebagai kapal induk.

    Selain itu, anggaran Kemenhan Jepang juga akan dialokasikan untuk membeli sistem pertahanan misil Aegis Ashore buatan AS dan pengembangan teknologi jet tempur buatan dalam negeri.

    Peningkatan anggaran Kemenhan Jepang dalam beberapa tahun terakhir merefleksikan kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang menganggap Korut dan Tiongkok sebagai dua negara yang berpotensi mengancam keamanan nasional.

    Karena menganggap dua negara itu sebagai ancaman, PM Abe terus menjalin hubungan dekat dengan Amerika Serikat dengan membeli sejumlah produk militernya. PM Abe berulang kali menegaskan kemitraan dengan Jepang adalah landasan dari kebijakan luar negeri Tokyo.

    "Penambahan anggaran ini juga akan dipakai untuk mengembangkan kapabilitas pertahanan Jepang di bidang-bidang baru, seperti luar angkasa, siber dan elektromagnetik," ucap Kemenhan Jepang, dilansir dari laman Channel News Asia.

    Bidang elektromagnetik dinilai Jepang berguna untuk mengembangkan sistem yang dapat mengganggu komunikasi pasukan musuh. Kemenhan Jepang juga berencana membentuk sebuah tim beranggotakan 20 orang untuk memastikan kapasitas pertahanan di luar angkasa.

    Agenda pertama tim ini nantinya adalah melatih para spesialis di bidang luar angkasa dengan menganalisis aktivitas militer sejumlah negara lain, terutama AS.

    Penulis: Rifqi Akbar

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id