• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

 tki    taiwan  

Membekali TKI dengan Ketrampilan Memadai untuk Bertahan Hidup

Usman Kansong - 09 Juli 2018 12:52 wib
TKI yang belajar ketrampilan di Taiwan (Foto: Usman Kansong).
TKI yang belajar ketrampilan di Taiwan (Foto: Usman Kansong).

Taipei: Usai dari perantauan, tenaga kerja Indonesia (TKI) kerap kesulitan untuk membuka lembaran baru. Namun mereka bisa mengasah kemampuan untuk membuka usaha dan bertahan hidup di Tanah Air.
 
Hal ini yang dilakukan oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat di Taiwan, Global Workers’ Migrant yang mengorganisasi pelatihan untuk para pekerja migran asal Indonesia di Taiwan. Tujuannya agar para pekerja migran asal Indonesia itu bisa membuka usaha sepulangnya ke Indonesia.
 
Di satu ruang kelas di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Taipei, Taiwan, Sri Purwati dan Mundirin sedang berlatih menggunting rambut.  Sri yang bekerja sebagai perawat orang jompo itu bercita-cita membuka salon di Pacitan, Jawa Tinur, tempat asalnya, sepulangnya ke Indonesia kata Sri. Sedangkan Mundirin bercita-cita membuka barber shop, di daerah asalnya di Jawa Timur.
 
Di ruang praktik SMK ini juga, sekitar 20 pekerja migran asal Indonesia sedang mengikuti pelatihan membuat bubble drink yang sedang populer di Taiwan, juga Indonesia. Herliza menjadi salah seorang peserta kursus ini. Dia pun bermimpi untuk membuka usaha bubble drink di daerah asalnya di Palembang, Sumateta Utara, bila kelak kembali ke Indonesia.
 
Pelatihan semacam ini diorganisasikan oleh Global Workers’ Organization (GWO) sejak tahun lalu. Tujuannya ialah meningkatkan keterampilan para pekerja migran.


TKI yang mendapatkan pelatihan di Taiwan (Foto: Usman Kansong).
 
Namun, menurut aktivis Global Workers Organization Karen Hsu, filosofi program ini ialah mengubah cara berpikir mereka bahwa mereka tak selamanya bekerja di Taiwan dan mereka harus mempersiapkan diri sepulangnya ke Indonesia, termasuk untuk membuka usaha.
 
"Tujuan utama kami menyediakan pelatihan ini agar para pekerja imigran dapat belajar di hari Minggu, dengan demikian mereka dapat meningkatkan kemampuan mereka. Sehingga saat mereka kembali ke Indonesia, dapat membuka usaha sendiri, seperti yang dipelajari hari ini membuat Bubble milk tea, dan pelajaran bahasa Mandarin," ujar Karen Shu.
 
"Selain itu, dapat meningkatkan investasi Taiwan di Indonesia, karena sekarang ini banyak industri Taiwan yang ingin berinvestasi di Indonesia, tapi mengalami kesulitan mencari orang yang mengerti Mandarin. Para pekerja imigran ini selain bisa berbahasa Mandarin, juga memahami standar kerja yang diinginkan Taiwan, jadi setelah pelatihan ini, mereka akan menjadi mitra terbaik bagi pengusaha Taiwan yang berinvestasi di Indonesia," tutur Shu.
 
Pelatikan ini gratis. Namun, untuk beberapa jenis kursus, seperti membuat bubble drink atau potong rambut, peserta mesti menyediakan bahan dan perlengkapan.
 
Hal ini disebabkan karena anggaran GWO terbatas. Organisasi ini mendapat anggaran dari negara donor, sedikit bantuan Pemerintah Indonesia. Kantor Dagang Indonesia di Taiwan mendukung sepenuhnya program ini. Dukungan fasilitas seperti kelas atau ruang praktik dari satu SMK swasta.
(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.