• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Kemenlu Malaysia Tarik Semua Dubes Non-Karir

Sonya Michaella - 07 Juli 2018 17:00 wib
Lambang Kemenlu Malaysia. (Foto: The Star)
Lambang Kemenlu Malaysia. (Foto: The Star)

Kuala Lumpur: Kementerian Luar Negeri Malaysia menarik semua duta besar non-karir yang menjadi perwakilan Malaysia di negara sahabat.

Seorang sumber anonim dari Wisma Putra mengatakan, ada dua dubes non-karir yang enggan kembali ke Kuala Lumpur. Mereka masih menginginkan posisi saat ini untuk sementara.

"Masalahnya sudah disampaikan ke Wisma Putra," kata sumber tersebut, dikutip dari The Star, Sabtu 7 Juli 2018.

Kedua dubes ini menolak kembali dengan alasan bahwa surat penarikan tersebut tidak ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri melainkan oleh pejabat senior Wisma Putra.

Mereka juga beralasan bahwa mereka menjadi dubes karena ditunjuk oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak berdasarkan rekomendasi Menteri Luar Negeri saat itu, Anifah Aman.

"Karena itu mereka menolak penarikan yang diminta oleh Wisma Putra," lanjut sumber tersebut.

Namun, jika mereka tetap bersikukuh tak mau kembali ke Kuala Lumpur, Wisma Putra akan mengambil tindakan, termasuk menangguhkan gaji dan tunjangan mereka. 

Namun tak jelas siapa dua dubes ini. Sementara itu, sebuah daftar dubes non-karir yang ditarik oleh Wisma Putra beredar yaitu Dubes Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim, Dubes Pertama Malaysia untuk Vatikan Tan Sri Bernard Dompok, Dubes Malaysia untuk Finlandia Blanche O'Leary, Kepala Persahabatan dan Perdagangan Malaysia di Taiwan Adeline Leong dan Komisaris Tinggi Malaysia untuk Brunei Ghulam Jelani Khanizaman.

Sumber anonim tersebut juga mengatakan bahwa Wisma Putra saat ini sudah menyiapkan 15 nama baru diplomat karir yang akan mengisi kekosongan dubes di negara-negara dalam daftar tersebut. 

"Para calon dubas ini adalah yang berpengalaman dan berkualitas serta pantas untuk menjadi kepala perwakilan Malaysia. Mereka semua siap ditempatkan," ujarnya. 

Ditambahkan lagi bahwa posisi di kedutaan besar hanya disediakan untuk diplomat karir dan mereka yang melayani Wisma Putra, serta tidak akan ada lagi diplomat non-karir atau dari partai politik yang ditunjuk untuk kedutaan besar apalagi menjadi dubes. 



(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.