Meski Konflik, Palestina Aman untuk Investasi

    Marcheilla Ariesta - 23 Juli 2019 17:49 WIB
    Meski Konflik, Palestina Aman untuk Investasi
    Ketua Tim Agensi Promosi Investasi Palestina Ola Hamoudeh (tengah). Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
    Jakarta: Situasi di Palestina tidak berpengaruh pada iklim investasi di sana. Karenanya Ketua Tim Agensi Promosi Investasi Palestina Ola Hamoudeh mengatakan Palestina aman untuk investasi.

    "Kami siap menerima investasi dari negara-negara lain. Kami berada di dalam naungan hukum internasional yang kuat dan memiliki regulasi yang dapat mendorong investasi meningkat," kata Ola di kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.

    Ola menuturkan pihaknya sangat terbuka untuk memberikan arahan dan panduan-panduan kepada calon investor, khususnya dari Indonesia. "Keadaan Palestina kondusif untuk investasi karena kami memberikan arahan untuk investasi-investasi yang aman," tuturnya.

    Di kesempatan yang sama, Hamad Abu Sanoneh, Direktur Tarqumia Industrial Park Palestinian Industrial Estates and Free Zones Authority mengatakan bahwa Palestina menjaga sektor-sektor industrinya dengan aman. Terlebih produk-produk mereka, seperti vitamin yang dibuat dari ekstrak buah zaitun mendapat sertifikasi halal dari lembaga halal Malaysia.

    "Tentunya ini menunjang perekonomian nasional Palestina. Kami bersama-sama mengajak Indonesia turut aktif dalam pengembangan ekonomi kami," ungkapnya.

    Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan Negara Organisasi Kerja Sama Islam Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Fachry Thaib menuturkan konsentrasi Indonesia masih berkutat seputar ekspor ke Palestina.

    "Sekarang mereka ingin mengembangkan suatu daerah untuk kawasan industri, kita diajak ke sana untuk membangun bersama-sama. Tapi untuk sementara waktu, kita masih konsentrasi mengenai yang bisa kita ekspor ke sana," tuturnya.

    Menurut dia, saat ini ekspor Indonesia ke Palestina berjumlah USD5 juta. Dia menargetkan angka tersebut akan meningkat dua kali lipat tahun ini.

    "Kalau bisa double bagus. Kalau USD10 juta kecil sebenarnya, ya minimum kalau bisa USD100 juta dolar. Jadi kita saat ini akan meningkatkan (ekspor) barang-barang industri dulu," tegasnya.

    Para delegasi dari Kementerian Perekonomian Nasional Palestina datang ke Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Para delegasi ini dibawa untuk bertemu dengan mitranya di Kementerian Perdagangan, KADIN dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

    Salah satu permintaan para delegasi adalah agar Indonesia mau membebaskan bea masuk bagi 61 produk asal Palestina. Indonesia telah membebaskan biaya bea masuk bagi dua produk Palestina, yakni buah zaitun dan kurma.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id