Taiwan Anggap WHO Tak Adil Mengenai Informasi Korona

    Marcheilla Ariesta - 06 Februari 2020 19:38 WIB
    Taiwan Anggap WHO Tak Adil Mengenai Informasi Korona
    Taiwan menemukan 10 kasus warga yang terinfeksi virus korona. Foto: AFP
    Jakarta: Taiwan menganggap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak adil dalam berbagi informasi mengenai virus Novel Coronavirus (nCoV). Dalam pernyataan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO), WHO selalu berada di bawah tekanan Tiongkok.

    "WHO dan otoritas Tiongkok mengklaim bahwa mereka telah berbagi informasi yang relevan dengan Taiwan, itu benar-benar adalah kebohongan," kata TETO dalam rilis yang diterima Medcom.id, Kamis 6 Februari 2020.

    "Pengecualian WHO terhadap Taiwan tidak adil bagi kesehatan dan keselamatan rakyat Taiwan, dan bagi orang-orang internasional, seperti orang Indonesia yang tinggal di Taiwan," imbuh mereka.

    Taiwan menganggap kejadian ini sebagai celah dalam pertempuran global melawan epidemi virus korona baru di Wuhan. Padahal, kata mereka, Taiwan telah membentuk jalur komunikasi dengan WHO di bawah kerangkat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR).

    "WHO tidak menanggapi permintaan khusus Taiwan untuk informasi mengenai wabah virus ini, dan tidak mengundang para ahli Taiwan untuk berpartisipasi dalam pertemuan 'Komite Darurat' yang terkait dengan pencegahan epidemi," kata TETO.

    Menurut Taiwan, tindakan tersebut mencegah mereka mendapat informasi perkembangan epidemi terbaru dan lengkap dengan tepat waktu. Tindakan ini juga membuat Taipei tidak bisa terlibat dalam diskusi tentang metode pencegahan dan pengendalian.

    TETO menegaskan Tiongkok tidak pernah sekalipun memerintah Taiwan dan mereka bukan bagian dari negara tersebut. Menurut mereka, hanya pemerintah terpilih Taiwan yang dapat mewakili kesehatan dan kesejahteraan 23 juta rakyat dalam komunitas internasional itu.

    Taiwan mendesak agar WHO secara profesional mengundang mereka untuk menghadiri semua konferensi anti-epidemi. Mereka juag mengimbau negara lain, termasuk Indonesia untuk mendukung Taiwan sebagai pengamat dalam menghadiri pertemuan WHO ke-73 tahun ini.

    "Untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan semua umat manusia," pungkas mereka.

     
     



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id