Pemerintah Hubei Turut Bantu Proses Evakuasi WNI

    Marcheilla Ariesta - 03 Februari 2020 16:06 WIB
    Pemerintah Hubei Turut Bantu Proses Evakuasi WNI
    Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Pemerintah Tiongkok, mulai dari pusat hingga daerah rupanya turut membantu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Provinsi Hubei. Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto mengatakan, banyak juga yang dilakukan pemerintah Tiongkok dalam proses pemulangan WNI.

    "Kita evakuasi saudara-saudara kita dan dibantu oleh Tiongkok. Kalau tidak dibantu pemerintah Tiongkok, tidak mungkin bisa kita lakukan (evakuasi)," tutur Santo di kantornya, Jakarta, Senin 3 Februari 2020.

    Santo mengungkapkan pihak Tiongkok membantu tim advance dari KBRI Beijing untuk menjemput para WNI di tempat-tempat mereka tinggal. Mereka mengirimkan petugas biro Kementerian Luar Negeri Pemerintah Provinsi (FAO) untuk membantu proses evakuasi ini.

    Dia mengatakan, Kementerian Luar Negeri pusat Tiongkok bisa memerintahkan FAO mereka yang ada di daerah untuk membantu.

    Menurut Santo, bus yang disewa untuk menjemput para WNI disewa dari pemerintah provinsi. Pasalnya, bus tersebut memiliki label khusus yang diperbolehkan untuk masuk ke wilayah-wilayah yang ditutup.

    "Dukungan mereka cukup baik yang memudahkan evakuasi," imbuhnya.

    Karenanya, dalam pernyataannya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Halim Perdanakusumah menyampaikan apresiasi yang besar terhadap pihak Negeri Tirai Bambu.

    Sebanyak 238 WNI telah dievakuasi dari Wuhan dan berbagai wilayah di Provinsi Hubei. Saat ini mereka tengah dikarantina di Natuna.

    Namun, ada tujuh WNI yang masih menetap di wilayah Hubei. Sebanyak empat WNI tidak ikut proses evakuasi karena alasan keluarga, sedangkan tiga lainnya tidak lolos proses pemindaian kesehatan di bandara Wuhan.

    Meski demikian, kondisi para WNI tersebut masih terus dipantau oleh pemerintah Indonesia. Para WNI ini juga berada di asrama dan rumah mereka masing-masing, tidak dikarantina di rumah sakit.

     
     



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id