Wanita di Jepang Dua Kali Terinfeksi Virus Korona

    Medcom - 27 Februari 2020 15:43 WIB
    Wanita di Jepang Dua Kali Terinfeksi Virus Korona
    Warga Jepang gunakan masker lindungi diri dari virus korona. Foto: AFP
    Tokyo: Seorang wanita yang bekerja sebagai pemandu bus wisata di Jepang dinyatakan positif terinfeksi virus korona untuk kedua kalinya. Dia menjadi orang pertama di Jepang yang terinfeksi virus korona dua kali.

    Sementara jumlah warga yang dinyatakan positif COVID-19 di Jepang meningkat hingga 186 orang pada Kamis 27 Februari.

    Tokyo telah mengimbau masyarakat untuk membatalkan berbagai acara pertemuan besar dan acara olah raga selama dua minggu untuk menghambat penyebaran virus. Namun mereka berjanji bahwa Olimpiade 2020 akan tetap berlangsung.

    186 kasus yang dilaporkan Kementerian Kesehatan Jepang merupakan jumlah terpisah dari 704 kasus dari wabah yang menyebar dalam kapal pesiar yang dikarantina di dekat Tokyo pada awal Februari lalu. Sebanyak tujuh orang telah meninggal, termasuk empat orang dari kapal tersebut.

    Wanita yang kembali terinfeksi merupakan penduduk Osaka. Ia dites positif Rabu 26 Februari lalu setelah mengalami radang tenggorokan dan rasa sakit di dada. Wanita tersebut berusia sekitar 40 tahunan. Dia di tes positif pertama kali pada akhir Januari dan keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh pada 1 Februari 2020.

    Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan di Parlemen bahwa pemerintah pusat harus meninjau daftar pasien dan mengamati kondisi pasien yang sudah dinyatakan sembuh. Ini disebakan para ahli kesehatan telah menganalisa berbagai implikasi dari hasil tes positif virus korona setelah sembuh sebelumnya.

    Prof. Philip Tierno Jr, dosen mikrobiologi dan patologi di Universitas New York School of Medicine mengatakan, “Jika anda terinfeksi, virus tersebut dapat tetap ada didalam tubuh anda dengan gejala minim, dan dapat memburuk jika virus mencapai paru-paru”.

    Ia juga mengatakan bahwa masih banyak yang belum diketahui mengenai virus tersebut.

    “Saya masih mencari tahu apakah virus ini dwi-fasik, seperti anthrax. Ada kemungkinan bahwa virus korona dapt terlihat hilang sebelum kembali menyerang,” ujar Tierno, seperti dikutip The Straits Times, Kamis, 27 Februari 2020.

    Tierno berpendapat bahwa Olimpiade di Tokyo musim panas ini sebaiknya ditunda dulu jika penyebaran virus korona terus berlanjut.

    “Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi wabah, para penyelenggara Olimpiade Tokyo mempertimbangkan mengurangi kemegahan estafet obor,” pernyataan dari Kepala Eksekutif Tokyo 2020 Toshiro Mutto Rabu lalu.

    Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menambahkan, pemerintah juga mempertimbangkan mengurangi skala upacara peringatan untuk para korban gempa bumi yang terjadi pada 2011 lalu. (Flory Ambarita)



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id