Sea Shepherd Berhenti Kejar Kapal Penangkap Ikan Paus Jepang

    Arpan Rahman - 29 Agustus 2017 18:30 WIB
    Sea Shepherd Berhenti Kejar Kapal Penangkap Ikan Paus Jepang
    Kapal bernama Bob Barker milik Sea Shepherd di Australia. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)
    medcom.id, Tokyo: Kelompok aktivis Sea Shepherd, Selasa 29 Agustus 2017, memutuskan menyudahi upaya perlawanan terhadap aktivitas penangkapan ikan paus oleh para nelayan Jepang. 

    Mereka mengaku sudah tidak dapat lagi menandingi kekuatan militer dan ekonomi Negeri Sakura saat ini.

    Sea Shepherd berseteru sengit dengan para nelayan Jepang di lautan selama 12 tahun terakhir. Mereka meminta Jepang untuk berhenti menangkapi ikan paus di Samudera Pasifik.

    Namun pendiri kelompok tersebut, Paul Watson, mengatakan bahwa kapal mereka -- yang biasanya berangkat dari Australia -- tidak akan berlayar tahun ini. Berbagai strategi dan taktik berbeda dinilai diperlukan untuk menghentikan aktivitas Jepang.

    "Apa yang kami temukan adalah, Jepang sekarang menggunakan pantauan militer untuk mengawasi pergerakan kapal Sea Shepherd sepanjang waktu melalui satelit, dan jika mereka tahu di mana kapal kami berada pada saat tertentu, mereka dapat dengan mudah menghindar," katanya dalam sebuah pernyataan.

    "Kita tidak bisa bersaing dengan teknologi militer mereka," bebernya, seperti dinukil AFP, Selasa 29 Agustus 2017.

    Dia mengklaim untuk kali pertama tahun ini, Tokyo juga berencana menggunakan angkatan bersenjata untuk melindungi para penangkap ikan paus. Hal itu tentu akan semakin mempersulit upaya Sea Shepherd. 

    "Keputusan yang harus kita hadapi adalah: apakah kita menghabiskan sumber daya terbatas kita untuk kampanye lain ke Samudera Selatan yang tidak banyak mendapat intervensi, Atau apakah kita berkumpul kembali dengan strategi dan taktik yang berbeda?," katanya.

    "Jika suatu hal tidak berjalan, satu-satunya jalan adalah mencari rencana yang lebih baik. Karena ketika sebuah rencana tidak lagi berjalan, satu-satunya alternatif adalah tindakan yang lebih baik," ucapnya.

    "Kita perlu merumuskan rencana baru ini dan kita akan melakukannya," ikrarnya.

    Selama ini, Watson mengkritik Amerika Serikat (AS), Australia, dan Selandia Baru yang dinilai tidak banyak membantu dalam menghentikan Jepang.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id