Tragedi Ethiopia, Tiongkok Tangguhkan Boeing 737 Max 8

    Arpan Rahman - 11 Maret 2019 13:05 WIB
    Tragedi Ethiopia, Tiongkok Tangguhkan Boeing 737 Max 8
    Pesawat Boeing tipe 737 Max. (Foto: AFP/STEPHEN BRASHEAR)
    Beijing: Tiongkok meminta semua maskapai domestik di Negeri Tirai Bambu untuk menangguhkan penggunaan pesawat tipe Boeing 737 Max 8 setelah terjadinya kecelakaan fatal maskapai Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang.

    Seperti dilaporkan situs berita Caijing, Senin 11 Maret 2019, data perusahaan Boeing menunjukkan bahwa maskapai China Southern Airlines memiliki 16 Boeing 737 Max 8, dengan 34 lainnya sedang dalam proses pemesanan.
    China Eastern Airlines memiliki 13 unit Boeing 737 Max 8 dan Air China 14. Maskapai lainnya juga telah membeli Boeing 737 Max 8, dua di antaranya Hainan Airlines dan Shandong Airlines.

    Selain di Tiongkok, maskapai wilayah otonomi Inggris Cayman Airways juga mengumumkan penangguhan penggunaan Boeing 737 Max 8. Chief Executive Officer (CEO) Cayman Airways Fabian Whorms menegaskan keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama.

    "walau penyebab kecelakaan tragis tersebut belum dapat ditentukan, tapi kami menjunjung tinggi komitmen dalam mendahulukan keselamatan penumpang dan kru. Oleh karenanya kami memutuskan menunda pengoperasian Boeing 737 Max 8, efektif mulai hari ini 11 Maret 2019," kata Whorms, seperti dikutip dari laman NZ Herald.

    Pilot penerbangan Ethiopian Airlines ET302 sempat melaporkan adanya masalah teknis dan meminta izin berbalik ke bandara, sesaat sebelum pesawat nahas itu jatuh di dekat kota Bishoftu, berjarak sekitar 62 kilometer dari Addis Ababa.

    Pesawat tersebut jatuh enam menit usai lepas landas dari bandara Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, pada Minggu 10 Maret 2019. Menara pengawas kehilangan kontak dengan Boeing 737 Max 8 itu pada pukul 08.44 waktu Ethiopia.
     
    Penyebab kecelakaan belum diketahui. Chief Executive Officer Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mengatakan sesi perawatan rutin sebelum ET302 lepas landas tidak menunjukkan adanya masalah. Kapten Yared Getachew yang menerbangkan pesawat tersebut juga sudah memiliki lebih dari 8000 jam terbang dengan "catatan rekor luar biasa."

    Ethiopian Airlines membeli pesawat itu pada Juli 2018, dan dikirimkan Boeing ke Ethiopia pada November lalu. Jenis pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 yang jatuh pada 29 Oktober lalu juga Boeing 737 Max 8.

    Baca: Tipe Pesawat Ethiopia yang Jatuh Sama dengan Lion Air JT610



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id