Dukung Perjuangan Palestina, NasDem Kecam Konferensi Manama

    Willy Haryono - 26 Juni 2019 14:43 WIB
    Dukung Perjuangan Palestina, NasDem Kecam Konferensi Manama
    Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago (dua kanan) dan Wasekjen PKB Dita Indah Sari (dua kiri) di Kedubes Palestina di Jakarta, Rabu 26 Juni 2019. (Foto: Medcom.id/Willy Haryono)
    Jakarta: Partai NasDem menegaskan akan selalu mendukung perjuangan Palestina untuk terbebas dari penjajahan Israel dan mencapai kemerdekaan sebagai negara berdaulat. Sebagai bagian dari dukungan, Partai NasDem turut mengecam Konferensi Manama di Bahrain yang membahas "Kesepakatan Abad Ini."

    "Kesepakatan Abad Ini" adalah istilah yang diucapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rancangan perdamaian Timur Tengah. Rancangan itu disebut AS bertujuan mendamaikan konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

    "Nasdem menolak penjajahan terhadap Palestina. Kami menolak Konferensi Manama yang tidak melibatkan Palestina," tegas politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Rabu 26 Juni 2019.

    Irma mengajak semua elemen rakyat Indonesia, termasuk politisi lintas partai, untuk bersama-sama mendukung Palestina. Dukungan ini dinilai perlu untuk terus diberikan hingga Palestina bisa mandiri.

    "Kita harus bisa mengawal Palestina agar mereka bisa mengurus diri sendiri sebagai negara berdaulat, adil dan makmur," sebut Irma.

    Senada dengan NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa juga menunjukkan kesediaan penuh untuk terus mendukung perjuangan Palestina. Menurut PKB, mendukung Palestina merupakan bentuk kesetiaan terhadap konstitusi negara.

    "Bagi PKB, mendukung Palestina bukan semata solidaritas, tapi lebih dari itu. Ini adalah bentuk komitmen terhadap konstitusi Indonesia, yakni Undang-Undang Dasar 1945," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB Dita Indah Sari.

    Merespons mengenai Konferensi Manama, Dita menilai pertemuan yang digagas AS tersebut tidak etis. Ia menilai bagaimana bisa Palestina yang merupakan topik pembahasan dalam konferensi tidak dilibatkan. "Bagaimana mungkin bisa menginisiasi perbaikan ekonomi tanpa melibatkan (Palestina)," ujar Dita.

    Sebelumnya, Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menilai "Kesepakatan Abad Ini" yang dibuat AS tidak akan menyelesaikan konflik, namun justru memperburuk situasi.

    Dalam Konferensi Manama, fokus yang dibahas AS adalah aspek ekonomi dari "Kesepakatan Abad Ini," yang disebut bertujuan menghidupkan perekonomian masyarakat Palestina lewat rangkaian proyek pembangunan.
     
    Dubes Zuhair mengecam narasi tersebut. Ia mengatakan jika memang AS berniat membantu, mengapa tidak langsung datang ke Palestina dan memberikan bantuannya tanpa menggelar Konferensi Manama yang syarat kepentingan. Konferensi Manama digelar selama dua hari sejak Selasa kemarin hingga Rabu ini.

    Baca: Palestina Kecam Konferensi 'Kesepakatan Abad Ini' di Bahrain



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id