BNP2TKI Ingin Perbanyak Pengiriman Tenaga Profesional di 2020

    Marcheilla Ariesta - 30 Desember 2019 22:05 WIB
    BNP2TKI Ingin Perbanyak Pengiriman Tenaga Profesional di 2020
    Pelaksana Tugas Kepala BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (BNP2TKI) pada 2020 mendatang akan mengubah nama mereka menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Dengan nama baru ini, badan yang mengurusi tenaga kerja Indonesia di luar negeri tersebut juga memiliki resolusi baru.

    "Ada dua sasaran strategis kita untuk BP2MI di tahun mendatang, yaitu meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pertama meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan PMI dan keluarganya," kata Pelaksana Tugas Kepala BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak, di Jakarta, Senin 30 Desember 2019.

    Sasaran kedua, imbuh Tatang, adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan. Sementara itu, Tatang juga menyampaikan tujuan di 2020 adalah dengan mengirimkan tenaga kerja yang profesional.

    "Target kita adalah menurunkan low level PMI yang high risk, dan meningkatkan tenaga profesional, seperti perawat, engineer (teknisi), pekerja manufaktur," kata Tatang.

    Di 2019 ini, ungkap Tatang, BNP2TKI sudah melakukan kerja sama antarpemerintah dengan Jepang dan Korea Selatan mengenai pengiriman tenaga kerja manufaktur dan perawat ke sana. Dia mengatakan di 2020, pihaknya telah mencari kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah.

    Tatang menceritakan saat dia melakukan kunjungan kerja ke Taiwan beberapa waktu lalu. Rupanya, kata Tatang, Taiwan membutuhkan care workers untuk ditempatkan di panti-panti jompo di sana.

    "Rupanya di sana banyak sekali panti jompo, karena generasi mereka ya. Jadi kita akan menggeser kebutuhan tenaga kerja asing mereka dari yang tadinya individu menjadi di bawah naungan badan, jadi lebih aman," imbuhnya.

    Membuat tenaga kerja menjadi terampil merupakan tantangan bersama BNP2TKI, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Dalam Negeri. Karenanya, para pemangku kepentingan ini telah mencoba bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membuat lembaga atau balai keterampilan.

    "PR-nya masih banyak," aku Tatang.

    Tatang mengatakan resolusi 2020 BNP2TKI sejalan dengan visi Presiden untuk melindungi warga negara dan menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.

    Di 2019, BNP2TKI mengklaim telah mencapai banyak keberhasilan. Salah satunya berhasil memulangkan 8.072 PMI. Tatang berharap dengan pembaruan di BNP2TKI, penyelesaian masalah TKI di luar negeri semakin cepat dan TKI bermasalah semakin berkurang.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id