Banjir di Dua Prefektur Jepang Tewaskan 10 Orang

    Willy Haryono - 26 Oktober 2019 14:05 WIB
    Banjir di Dua Prefektur Jepang Tewaskan 10 Orang
    Dampak kerusakan akibat banjir di prefektur Chiba, Jepang, Jumat 25 Oktober 2019. (Foto: AFP/File / Kazuhiro NOGI)
    Tokyo: Sedikitnya sepuluh orang tewas dan empat lainnya dinyatakan hilang dalam banjir akibat hujan deras di prefektur Chiba dan Fukushima, Jepang.

    Menurut laporan kantor berita NHK, Sabtu 26 Oktober 2019, tiga orang tewas terkena tanah longsor, dua terbawa arus sungai yang meluap dan tiga lainnya ditemukan dalam mobil yang terendam banjir.

    Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memerintahkan badan penanggulangan bencana untuk melakukan apapun yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

    "Saya baru saja menggelar pertemuan ke-12 dengan Markas Besar Respons Darurat Bencana untuk Topan No. 19 tahun 2019. Saya menginstruksikan semua kementerian dan agensi untuk tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah responsif," ujar PM Abe, merujuk pada sebutan lain untuk Topan Hagibis.

    "Kami akan menyuguhkan informasi akurat kepada publik. Melalui usaha gabungan kepolisian, pemadam kebakaran, penjaga pantai dan Pasukan Pertahanan Diri, kami akan melakukan langkah-langkah darurat untuk merespons bencana," lanjutnya.

    NHK melaporkan lebih dari 3.000 penumpang pesawat dipaksa menginap di Bandara Internasional Narita di Tokyo karena banyaknya penundaan dan pembatalan penerbangan di tengah cuaca buruk.

    Pihak bandara menyediakan selimut dan makanan kepada ribuan penumpang yang telantar sejak tadi malam. Pagi tadi, saat cuaca dirasa sudah mulai membaik, sejumlah jadwal penerbangan dilanjutkan.

    Jumat kemarin, Chiba diguyur hujan deras selama 12 jam yang jumlahnya setara dengan guyuran selama satu bulan penuh. Tiga belas sungai di prefektur tersebut meluap, dan sekitar 50 ribu warga telah diminta untuk mengungsi. Sejumlah tanah longsor dilaporkan terjadi selama hujan deras mengguyur Chiba.

    Jepang masih berusaha bangkit usai diterjang Topan Hagibis dua pekan lalu. Meski Hagibis bergerak meninggalkan Jepang satu hari setelahnya, dampak kerusakan yang ditimbulkan begitu masif, dengan jumlah korban jiwa mencapai 86 orang dan 8 lainnya dinyatakan hilang.

    Sekitar 30 menit sebelum Hagibis tiba, gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Jepang. Hagibis disebut-sebut sebagai topan terkuat yang melanda Jepang sejak tahun 1958.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id