comscore

Amerika Serikat dan Tiongkok Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral

Willy Haryono - 19 Maret 2017 12:24 WIB
Amerika Serikat dan Tiongkok Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral
Menlu AS Rex Tillerson dan Presiden Xi Jinping di Beijing, 19 Maret 2017. (Foto: AFP/THOMAS PETER)
medcom.id, Beijing: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertekad memperkuat kerja sama dua negara yang belakangan terganggu masalah Korea Utara dan perdagangan. 

Tillerson dan Xi bertemu di Beijing beberapa jam setelah Korut menguji coba mesin roket terbaru. Salah satu yang dibicarakan keduanya adalah rencana pertemuan Xi dengan Presiden Donald Trump di Washington bulan depan.
Xi mengatakan kepada Tillerson bahwa dirinya dan Trump telah berbicara via telepon "untuk memajukan kerja sama Tiongkok dengan AS, dan kami meyakini kami mampu memajukan hubungan ini ke arah yang konstruktif di era baru."

"Saya yakin selama ini kita bisa melakukan itu, hubungan (AS-Tiongkok) akan bergerak ke arah yang benar," tutur Xi, seperti dikutip AFP, Minggu 19 Maret 2017. 

Sebelum ke Tiongkok, Tillerson telah mengunjungi Jepang dan Korea Selatan. Dalam tur Asia, Tillerson menegaskan kebijakan "kesabaran strategis" AS terhadap Korut sudah berakhir. Negeri Paman Sam akan merespons lebih keras, termasuk dengan aksi militer, jika Korut melakukan provokasi lebih lanjut. 

Hubungan AS dengan Tiongkok merenggang setelah pengiriman sistem anti-misil THAAD ke Korsel. Tiongkok merasa THAAD berpotensi membahayakan keamanan negaranya, namun AS dan Korsel menegaskan sistem itu murni untuk menangkal ancaman Korut.

Selain soal misil dan Korut, hubungan AS dengan Tiongkok memburuk setelah Trump berulang kali menuduh Beijing melakukan praktik perdagangan secara tidak adil. 

Kedatangan Tillerson ke Tiongkok bertujuan meredakan ketegangan tersebut. 

"Kami mengetahui bahwa melalui dialog lebih lanjut, kami akan mencapai kesepakatan yang lebih tinggi lagi dan berujung pada penguatan hubungan antara Tiongkok dengan AS," sebut Tillerson. 

Kantor berita Korut, KCNA, melaporkan bahwa Kim Jong-un memuji uji coba mesin terbaru sebagai "kelahiran baru" di bidang industri roket.

Sejumlah pengamat mengatakan program roket luar angkasa Pyongyang digunakan untuk menyamarkan uji coba senjata nuklir dan misil balistik.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id