Arab Saudi Paling Diuntungkan dari Konflik Iran-AS

    Marcheilla Ariesta - 10 Januari 2020 11:46 WIB
    Arab Saudi Paling Diuntungkan dari Konflik Iran-AS
    Ilustrasi oleh Forex Live
    Jakarta: Pengamat Timur Tengah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nostalgiawan mengatakan Arab Saudi diuntungkan dari konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Sebagai sekutu AS, Arab Saudi disebut mendukung penyerangan yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

    "Kalau kita lihat, Timur Tengah saat ini wait and see (menunggu). Cuma satu-satunya negara yang dominan mendukung serangan AS ke Jenderal Iran Qassem Soleimani, Arab Saudi," kata Nostalgiawan kepada Medcom.id, Jumat 10 Januari 2020.

    Dia menambahkan Arab Saudi sangat diuntungkan oleh serangan AS karena mereka rival dengan Iran. Serangan AS yang menewaskan jenderal terkemuka Iran ini dianggap melemahkan Iran di kawasan Timur Tengah.

    Sementara itu, negara-negara lain di kawasan yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) meminta agar Amerika Serikat dengan Iran untuk duduk bersama untuk menjaga eskalasi tidak semakin meninggi di kawasan.

    Jika eskalasi meninggi, maka akan berdampaknpada harga minyak. Ini dapat menyebabkan krisis ekonomi global juga.

    Nostalgiawan mengatakan negara-negara kawasan Timur Tengah paham jika Iran dan AS tidak meredakan eskalasi, bisa digunakan negara ketiga untuk intervensi. Ini sudah terjadi ketika terjadi konflik di Irak dan Suriah, yang diintervensi Rusia, Turki, dan AS.

    "Intervensi itu kemungkinan terjadi ketika eskalasi tidak selesai cepat. Eskalasi Iran dan Amerika Serikat ini membuka negara besar untuk intervensi terutama Rusia, karena mereka punya kepentingan untuk memojokkan AS," imbuhnya.

    Iran dan AS kembali berseteru bahkan semakin menegang karena kematian jenderal Qassem Soleimani oleh serangan udara Washington ke Bandara Internasional Baghdad.

    Teheran kemudian menyerang pangkalan AS di Baghdad sebagai bentuk pembalasan dendam atas kematian Soleimani. Tak ada korban dari serangan roket Iran tersebut. 

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Washington mengundurkan diri dari perang dengan Iran. Menurut Trump, Iran telah mundur usai melakukan serangan balasan.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id