Dicemooh Parlemen, Pemimpin Hong Kong Batal Pidato

    Marcheilla Ariesta - 16 Oktober 2019 17:11 WIB
    Dicemooh Parlemen, Pemimpin Hong Kong Batal Pidato
    Petugas keamanan berusaha mengendalikan kekacauan di sekitar gedung parlemen Hong Kong, Rabu 16 Oktober 2019. (Foto: AFP)
    Hong Kong: Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menangguhkan pidato tahunannya usai dicela di parlemen. Anggota parlemen oposisi meneriakkan slogan-slogan penentangan dan mengganggunya saat sesi Dewan Legislatif.

    Sesi sempat dilanjutkan kembali usai terjadi gangguan, namun kemudian disela lagi. Sesi pidato secara langsung pun akhirnya ditangguhkan. Sebagai gantinya, Lam berpidato lewat video.

    Karena pidato tahunan ini tidak disampaikan secara langsung, maka Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi -- pemicu gelombang protes di Hong Kong -- tidak dapat ditarik secara formal.

    RUU itu ditangguhkan pada Juli lalu. Pidato tahunan hari ini, Rabu 16 Oktober 2019, adalah kesempatan pertama Pemerintah Hong Kong untuk menarik RUU itu secara total.

    Anggota parlemen oposisi, Tanya Chan, menegaskan bahwa Lam adalah pihak yang harus disalahkan atas beragam masalah di Hong Kong. "Kedua tangannya berlumuran darah," katanya, dilansir dari BBC.

    "Kami berharap Carrie Lam mundur dan berhenti. Dia tidak memiliki kemampuan tata kelola. Dia tidak cocok menjadi kepala eksekutif," imbuh Tanya.

    Ini adalah kali pertama seorang kepala eksekutif Hong Kong tidak dapat menyampaikan kebijakan di gedung parlemen. Sejumlah anggota parlemen pendukung Carrie Lam mengutuk keras adanya gangguan ini. Mereka menilai pidato tahunan Carrie Lam merupakan hal penting bagi masa depan perekonomian Hong Kong.

    Setelah pertemuan di gedung parlemen dihentikan, pidato Carrie Lam yang telah direkan sebelumnya muncul di situs Dewan Lesgislatif Hong Kong.

    Dalam pidatonya, Lam menekankan komitmennya pada 'satu negara, dua sistem' yang diberlakukan Tiongkok. Dia menegaskan bahwa seruan agar Hong Kong merdeka dari Tiongkok adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa ditoleransi.

    Dia juga membicarakan mengenai beberapa kebijakan perumahan dan infrastruktur. Carrie menyebut perumahan adalah masalah paling mendesak yang dihadapi Hong Kong saat ini.

    Berbicara dalam konferensi, Lam membantah anggapan bahwa pidatonya mengabaikan tuntutan gerakan protes massa pro-demokrasi. Ia mengatakan selama ini Hong Kong tetap memiliki kebebasan berbicara dan juga kebebasan pers tanpa ada campur tangan dari Tiongkok.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id