Hong Kong Terapkan Aturan Wajib Karantina Korona

    Willy Haryono - 08 Februari 2020 12:07 WIB
    Hong Kong Terapkan Aturan Wajib Karantina Korona
    Foto udara memperlihatkan area perbatasan antara Hong Kong dan kota Shenzhen, Tiongkok, 6 Februari 2020. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
    Hong Kong: Hong Kong mulai menerapkan aturan wajib karantina dua pekan kepada siapapun yang datang dari Tiongkok, Sabtu 8 Februari 2020. Ini merupakan langkah terbaru Hong Kong dalam menekan angka penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV).

    Lewat aturan terbaru ini, semua orang yang datang dari Tiongkok diwajibkan mengkarantina diri mereka sendiri. Mereka akan menerima panggilan telepon dan juga pemeriksaan oleh petugas pada setiap harinya.

    Siapapun yang melanggar aturan baru ini terancam dijatuhi vonis enam bulan penjara. Hong Kong berharap aturan baru ini dapat mengurangi jumlah orang yang terus berdatangan dari pulau utama Tiongkok.

    Sejak beberapa pekan terakhir, jumlah kunjungan orang asal Tiongkok ke Hong Kong menurun hingga 75 persen. Namun ribuan orang di Shenzhen, Tiongkok, mengantre untuk masuk ke Hong Kong sejak Jumat malam sebelum aturan karantina diberlakukan.

    Sabtu pagi tadi, hanya ada sejumlah orang yang masuk ke Hong Kong melalui Shenzhen Bay Crossing. "Saya harus kembali karena anak perempuan saya sekolah di sana," kata seorang wanita bernama Song kepada kantor berita AFP. Ia mengaku telah berlibur selama 20 hari di Tiongkok.

    "Kami akan mengkarantina diri sendiri, karena ini semua demi kebaikan semua orang," sambung dia.

    Seorang petugas keamanan bernama Lam mengatakan tingkat kedatangan dari Tiongkok ke Hong Kong meningkat sekitar 50 persen dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar dari mereka yang datang adalah warga Hong Kong.

    Semua orang yang telah mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir dan kemudian terbang ke Hong Kong dari destinasi lain juga akan terkena aturan karantina. Pendatang dengan visa kurang dari 14 hari akan dilarang masuk ke Hong Kong.

    Aturan baru ini tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut makanan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dari Tiongkok.

    Data terbaru per Sabtu ini mencatat angka kematian akibat virus korona nCoV mencapai 722 orang. Sementara total infeksi di seantero Tiongkok telah melampaui 34 ribu.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id