DMZ Korea: Perbatasan Terakhir Era Perang Dingin

    Arpan Rahman - 01 Juli 2019 09:10 WIB
    DMZ Korea: Perbatasan Terakhir Era Perang Dingin
    Pagar dengan kawat berduri membentang di sepanjang DMZ. (Foto: AFP/File / Jung Yeon-je)
    Seoul: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea pada Minggu 30 Juni 2019. Ini merupakan peristiwa historis, karena untuk kali pertama presiden aktif AS melewati DMZ dan menginjakkan kakinya di Korut.

    Dari sisi Korut, Trump dan Kim berjalan bersama-sama melewati DMZ ke wilayah Korsel. Di salah satu gedung DMZ di sisi Korsel, Trump dan Kim berbincang-bincang selama hampir satu jam.

    Keduanya sepakat melanjutkan dialog nuklir yang sempat terhenti. Trump dan Kim sama-sama menyatakan bahwa pertemuan yang disiapkan dalam waktu singkat di DMZ ini dapat terlaksana berkat kedekatan personal keduanya.

    Dilansir dari laman AFP, berikut deretan fakta mengenai DMZ, garis pemisah Korsel dan Korut usai berakhirnya Perang Korea 1950-53.

    Baca: Trump dan Kim Sepakat Lanjutkan Dialog Nuklir

    Di mana DMZ berada?

    Memiliki lebar empat kilometer, DMZ terbentang sejauh 250 km di sepanjang Semenanjung Korea. DMZ berlokasi sekitar 50 km dari utara Seoul dan 200 km selatan Pyongyang.

    Area pusat DMZ adalah Garis Demarkasi Militer (MDL), yang dibentuk saat perjanjian gencatan senjata atas Perang Korea ditandatangani pada 1953.

    Di bawah perjanjian gencatan senjata, Korsel dan Korut sepakat menarik pasukan masing-masing sejauh 2.000 meter dari MDL. Di wilayah selatan dari DMZ, Korsel membentuk sebuah area khusus yang terlarang untuk warga sipil.

    DMZ Korea: Perbatasan Terakhir Era Perang Dingin
    Donald Trump dan Kim Jong-un di DMZ. (Foto: AFP)

    Apa itu DMZ?

    Pembatas yang memisahkan Korsel dan Korut. Persenjataan berat dilarang ada di DMZ. Patroli personel militer diizinkan, namun dilarang melintasi MDL. Jumlah personel di DMZ, baik di sisi Korsel maupun Korut, dibatasi hanya 1.000. DMZ juga dipenuhi ranjau darat.

    Area di sekitar DMZ disebut-sebut sebagai tempat paling terlindungi di dunia, yang dipenuhi artileri, kamp militer dan 'lautan' ranjau darat.

    Terlihat seperti apa area di sekitar DMZ?

    Karena dianggap sebagai "tanah tak bertuan" dan minim kehadiran manusia selama lebih dari setengah abad, sebagian besar area sekitar DMZ adalah hutan. Area ini merupakan rumah bagi beberapa spesies langka flora dan fauna.

    Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Korsel, seekor beruang hitam Asiatic tertangkap kamera di area sekitar DMZ pada Oktober tahun lalu.

    Di area DMZ, sejumlah menara pengawas yang dilindugi kawat berduri menjulang tinggi.

    Siapa saja yang pernah ke DMZ?

    AS dan Korsel telah menjadi mitra keamanan selama berdekade-dekade. Kunjungan ke DMZ telah menjadi semacam ritual bagi para pemimpin di Negeri Paman Sam.

    Mantan presiden George W. Bush pernah ke DMZ pada Februari 2002, satu bulan setelah dirinya melabeli Korut sebagai bagian dari "poros kejahatan."

    Barack Obama juga pernah berkunjung pada 2012, dan Wakil Presiden Mike Pence bertolak ke sana di bulan April dua tahun lalu.

    Trump pernah mencoba datang ke DMZ tujuh bulan setelah Pence, namun dibatalkan karena helikopternya dipaksa berputar di tengah kabut tebal.

    Dua dari tiga pertemuan antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan Kim berlangsung di Panmunjom, sebuah "desa gencatan senjata" di dalam DMZ.

    DMZ Korea: Perbatasan Terakhir Era Perang Dingin
    Kim Jong-un, Donald Trump dan Moon Jae-in di DMZ. (Foto: KCNA via KNS/AFP)

    Apa itu Panmunjom?

    Dikenal juga dengan Area Keamanan Gabungan (JSA), Panmunjom adalah deretan bangunan di tengah sejumlah tenda Perserikatan Bangsa-Bangsa di MDL. Panmunjom digunakan dalam berbagai acara yang melibatkan Korsel dan Korut.

    Pada 1953, gencatan senjata ditandatangani di sebuah bangunan di sisi utara Panmunjom. Di area ini, sebuah insiden pernah terjadi pada 1976. Kala itu, di tengah jarak pandang yang rendah, prajurit Korut melayangkan senjata tajam ke dua personel militer AS yang hendak menebang pohon. Kedua korban meninggal dunia.

    Panmunjom adalah satu-satunya area di DMZ yang memungkinkan prajurit Korsel dan Korut berhadap-hadapan. Di bawah perjanjian antar-Korea yang ditandatangani Moon dan Kim tahun lalu, tentara kedua negara di DMZ sudah tidak lagi memegang senjata api.

    Baca: Korut Bangga Pertemuan Kim-Trump di Zona Demiliterisasi



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id