comscore

Yordania Pastikan Kirim Wakil Hadiri World Islamic Economic Forum

Fajar Nugraha - 22 Juli 2016 08:59 WIB
Yordania Pastikan Kirim Wakil Hadiri World Islamic Economic Forum
Dubes RI untuk Yordania Teguh Wardoyo (Kanan) (Foto: Dok. KBRI Amman)
medcom.id, Amman: Kerajaan Yordania pastikan akan mengirim wakilnya untuk menghadiri pertemuan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 yang akan dilakukan di Jakarta, pada 2-4 Agustus 2016.
 
Kepastian ini didapat pada saat Duta Besar RI, Teguh Wardoyo diterima Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi Dr. Jawad A. Al Anani yang juga merangkap Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Suplai Yordania di ruang kerjanya. Dalam kesempatan tersebut, kepada Dubes RI disampaikan bahwa Raja Yordania, Abdullah II sudah menunjuk utusan khusus Menteri Jawad untuk mewakili Kerajaan Yordania dan menyampaikan pidato pada acara pembukaan WIEF ke-12 nanti.
 
Dr. Jawad A. Al Anani merupakan seorang menteri senior di dalam kabinet pemerintah saat ini yang sudah malang melintang di dalam beberapa kabinet. Sebelumnya Dr. Jawad sudah pernah menjabat posisi menteri sebanyak empat kali. Sosoknya pernah menjadi Menteri Suplai, Menteri Informasi, Menteri Luar Negeri, dan sekarang menjadi Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Suplai, disamping dua kali menduduki jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri, dan Chief of Royal Court.   
 
Menteri Jawad menyatakan kekagumannya akan kinerja perekonomian Indonesia, yang tetap mencatat pertumbuhan positif yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa negara yang terkena dampak cukup parah akibat lesunya perekonomian dunia saat ini. Ditekankan pula bahwa menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan seperti yang dilakukan Indonesia sangat penting agar kesejahteraan rakyat sebagai tujuan akhir dapat tercapai.
 
"Yordania memuji peran yang dimainkan Indonesia dalam menangani sengketa Laut China Selatan. Kami mengikuti secara dekat dan mengetahui dengan pasti bahwa Indonesia terus mendorong stabilitas dan perdamaian di kawasan yang dapat berkontribusi bagi kemakmuran rakyat di kawasan," ujar Jawad saat bertemu Dubes Teguh, dalam keterangan tertulis KBRI Amman, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (22/6/2017).  

"Bahwa saat ini yang paling penting dilakukan oleh pemerintah adalah bagaimana tetap mengamankan pertumbuhan ekonomi yang positif dan terus menciptakan lapangan kerja baru. Apabila negara tidak dapat melakukan itu, maka rakyat yang akan menderita," pungkas Dubes Teguh.
 
Duta Besar Teguh Wardoyo juga menginformasikan mengenai perkembangan perdagangan bilateral Indonesia-Yordania. Disampaikan bahwa pada 2015 volume perdagangan kedua negara sebesar USD256 juta, dengan surplus berada di pihak Yordania sebesar USD65,5 juta. Sedangkan pada 2014, volume perdagangan kedua negara lebih besar yang mencapai USD305 juta. Dubes Teguh dan Menteri Jawad  Al Anani sepakat bahwa volume perdagangan kedua negara saat ini belum mencerminkan potensi yang sesungguhnya, dan untuk itu perlu terus ditingkatkan.
"Kedua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan saling kunjung pelaku usaha Indonesia dan Yordania untuk mencari peluang-peluang baru dalam rangka meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara. Dalam kaitan ini,  KBRI Amman telah melakukan sosialisasi dan diseminasi informasi mengenai penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta, 12-16 Oktober 2016. Disampaikan bahwa tahun lalu, KBRI Amman berhasil menjaring 30 pengusaha Yordania untuk hadir pada TEI 2015. Diharapkan jumlah tersebut dapat bertambah pada tahun ini," imbuh Dubes Teguh.
 
Selain Dubes Teguh dan Menteri Jawad A. Al Anani sepakat untuk mempercepat rencana pembentukan Jordanian-Indonesian Business Council (JIBC) untuk mempermudah koordinasi dan kerja sama antara para pelaku bisnis dari kedua negara.  
 
Di bidang investasi, Duta Besar RI menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan produksi pupuk di Indonesia, saat ini telah berdiri perusahaan patungan, hasil kerja sama Jordan Phosphate Mines Company (JPMC) dengan PT Petrokimia Gresik. Perusahaan patungan bernama PT Petro Jordan Abadi yang didirikan di Gresik tersebut, diresmikan pada bulan Oktober 2014 oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yordania Hatem Halawani.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id