Sembilan Polisi Tewas Diserang Militan di Rakhine

    Arpan Rahman - 10 Maret 2019 14:09 WIB
    Sembilan Polisi Tewas Diserang Militan di Rakhine
    Rakhine bagian utara dilanda konflik bernuansa etnis dan agama. (Foto: AFP/Richard SARGENT)
    Rakhine: Sembilan polisi tewas terbunuh dalam sebuah serangan militan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Peristiwa ini semakin meningkatkan ketegangan di Rakhine, negara bagian yang dilanda konflik bernuansa etnis dan agama.

    Operasi militer Myanmar di Rakhine pada 2017 memaksa sekitar 740 ribu etnis minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Perserikatan Bangsa-Bangsa pernah menyebut operasi tersebut dapat dikategorikan sebagai pembersihan etnis. Myanmar membantahnya, dan menegaskan menggelar operasi di Rakhine untuk memburu grup militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA.

    Berbeda dengan dua tahun lalu, pasukan keamanan Myanmar kini berperang melawan grup militan Arakan Army (AA), yang mengklaim merepresentasikan etnis Buddha di Rakhine. Kelompok etnis ini juga sempat dituduh ikut membantu militer Myanmar dalam mengusir Rohingya.

    Dalam beberapa bulan terakhir, AA melancarkan sejumlah serangan terhadap pasukan keamanan dan pejabat di Rakhine. Para militan ini menginginkan lebih banyak kekuasaan otonomi di Rakhine.

    Serangan terbaru pada Sabtu malam ini terjadi di desa Yoetayoke, berlokasi sekitar satu jam perjalanan dari ibu kota Rakhine, Sittwe. 

    Serangkaian foto yang dilihat kantor berita AFP memperlihatkan sejumlah jasad bergelimpangan di tanah, ditutupi selimut dengan kubangan darah di dekatnya. "Sembilan polisi dibunuh, satu terluka dan satu hilang," ujar seorang aparat senior kepada AFP, Minggu 10 Maret 2019.

    Sebuah laporan polisi yang bocor ke media menyebutkan bahwa sejumlah senjata juga diambil militan dari pos petugas keamanan.

    Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru di Rakhine, dan AA pun belum dapat dimintai komentar.

    Seorang pejabat administrator di Rakhine mengonfirmasi bahwa investigasi serangan ini sedang berlangsung.

    Rakhine Utara tidak dapat diakses dari luar karena diblokade pemerintah Myanmar. Hal ini membuat informasi apapun mengenai Rakhine sulit untuk diverifikasi secara independen.

    Namun Rakhine Utara sekali lagi memang sedang dilanda konflik seperti tahun 2018. Militer Myanmar diketahui telah membawa banyak bala bantuan dan membombardir posisi AA dengan perlengkapan artiler.

    Ribuan warga Rakhine terkena imbas serangan ini dan terpaksa melarikan diri dari rumah masing-masing.

    Baca: Tentara Myanmar Bunuh 13 Pemberontak di Rakhine



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id