Warga Thailand Berduka untuk Korban Penembakan Massal

    Arpan Rahman - 10 Februari 2020 12:18 WIB
    Warga Thailand Berduka untuk Korban Penembakan Massal
    Ratusan warga menghadiri acara memorial korban penembakan massal di kota Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu 9 Februari 2020. (Foto: Chalinee Thirasupa/AFP)
    Nakhon Ratchasima: Ratusan orang menghadiri acara doa bersama untuk korban penembakan massal di kota Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu 9 Februari malam. Penembakan brutal yang terjadi pada Sabtu itu menewaskan 29 orang dan melukai 57 lainnya.

    Warga berdatangan ke acara di kota Nakhon Ratchasima, atau biasa juga disebut Korat, dengan membawa lilin dan bunga. Di bawah arahan sejumlah biksu Buddha, mereka berdoa bersama.

    Pelaku penembakan massal diidentifikasi sebagai Jakrapanth Thomma, prajurit berusia 32 tahun. Ia menembakkan senjatanya ke segala arah di area pusat perbelanjaan Terminal 21 di Korat. 

    Setelah itu, Thomma masuk ke dalam mal dan bersitegang selama 17 jam dengan aparat keamanan. Minggu pagi, petugas gabungan berhasil menembak mati pelaku.

    Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pelaku termotivasi dendam atas sebuah transaksi jual beli lahan. Menurut keterangan beberapa pejabat, Thomma merasa dicurangi komandannya dalam sebuah penjualan lahan. Komandan tersebut menjadi korban pertama pelaku.

    Dari 29 korban tewas, terdapat seorang ibu yang terkena tembakan saat dirinya sedang berada di dalam mobil. Korban lainnya adalah Rachanon Kanchanamethi, seorang remaja 13 tahun yang sedang mengendarai sepeda motor di lokasi kejadian.

    "Saya tidak rela harus kehilangan anak saya seperti ini," kata Nuttawut Kanchanamethi, ayah dari Rachanon.

    "Semua ini terjadi begitu tiba-tiba. Kami hanya ingin dia tumbuh besar seperti anak lain pada umumnya, itu saja. Saya ingin terus merawatnya, tapi kini sudah tidak memungkinkan," lanjut dia, dilansir dari Al Jazeera, Senin 10 Februari 2020.

    Berdasarkan gambar dari kamera pengawas yang disiarkan saluran televisi Thai Rath, Thomma terlihat menggunakan senapan serbu dalam melancarkan aksinya. Media lokal lainnya menyebut Thomma datang ke Terminal 21 dengan menggunakan kendaraan militer.

    Menurut keterangan polisi lokal, Thomma awalnya mendatangi sebuah rumah di kota Nakhon Ratchasima, atau biasa juga disebut Korat. Dari sana ia menembak dua orang dan mencuri senjata api dari sebuah kamp militer untuk kemudian beraksi di Korat.
     
    Ibu pelaku telah dibawa ke lokasi kejadian di Terminal 21. Ia diminta untuk membujuk sang anak agar mau menyerahkan diri.
     
    Salah satu saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa ia dan beberapa orang lainnya bersembunyi di toilet lantai empat. Dari sana, mereka lari ke lantai dua dan bersembunyi di bawah meja restoran selama tiga jam sebelum akhirnya dievakuasi polisi.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id