30 Tahun Tragedi Tiananmen, Tiongkok Perketat Keamanan

    Sonya Michaella - 04 Juni 2019 09:52 WIB
    30 Tahun Tragedi Tiananmen, Tiongkok Perketat Keamanan
    Warga Tiongkok berkumpul di Lapangan Tiananmen pada 2 Juni 1989. (Foto: AFP)
    Beijing: Tiongkok akan memperingati 30 tahun penumpasan Tiananmen pada hari ini. Pada 15 April hingga 4 Juni 1989, penembakan massal dilakukan oleh Tiongkok terhadap demonstran mahasiswa di Lapangan Tiananmen, Beijing.

    Keamanan ekstra diberlakukan, terutama di Lapangan Tiananmen serta memperketat koneksi internet. Polisi bahkan memeriksa kartu identitas setiap turis yang mendekat ke lapangan tersebut.
    Dilansir dari AFP, Selasa 4 Juni 2019, jurnalis asing sama sekali tak diperbolehkan mendekat dan mengambil gambar. Jumlah kamera pengintai pun diperbanyak di sekitar lapangan. 

    Demonstran saat itu menuntut pemerintah karena kondisi ekonomi tidak stabil dan melawan sistem komunis yang dianut Tiongkok, bermula dari protes mahasiswa pada pertengahan April 1989.

    Pemicunya adalah kematian Sekretaris Jenderal Partai Komunis saat itu, Hu Yaobang. Ia dipandang sebagai sosok yang liberal dan dipaksa mengundurkan diri oleh Deng Xiaoping, pemimpin revolusi Partai Komunis, sekaligus pemimpin generasi kedua Mao Zedong.

    Demonstran mengamuk karena Hu dipaksa mundur dari posisinya dan akhirnya meninggal. Dari protes kecil, unjuk rasa tersebut meluas hingga memakan korban akibat gempuran militer. 

    Setelah tujuh pekan lamanya berunjuk rasa, pemerintah mengerahkan tank dan tentara untuk membantai para demonstran.

    Kala itu, banyak pemberitaan media asing bahwa ratusan hingga ribuan orang tewas akibat pembantaian yang dilakukan pemerintah Tiongkok, khususnya pada 4 Juni 1989. 

    Selama bertahun-tahun menjelang peringatan, Partai Komunis selalu memblokir diskusi tentang demonstrasi tersebut. Langkah ini disinyalir untuk membuat orang-orang tidak pernah mengetahui tentang apa yang terjadi kala itu dan takut akan penahanan oleh aparat jika berani membahasnya secara terbuka. 

    Menteri Pertahanan Tiongkok, Jenderal Wei Fenghe bahkan menyebut tindakan pemerintah pada 30 tahun lalu adalah tindakan yang benar untuk mengakhiri turbulensi politik.

    Surat kabar yang dikelola pemerintah, Global Times, menulis bahwa penanganan pemerintah akan tragedi Tiananmen patut dipuji dan dianggap sebagai vaksin bagi rakyat Tiongkok serta meningkatkan kekebalan negara terhadap kekacauan politik besar di masa depan.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id