Korsel Sebar Jet F-35, Korut Ancam Kembangkan Senjata Baru

    Fajar Nugraha - 11 Juli 2019 18:08 WIB
    Korsel Sebar Jet F-35, Korut Ancam Kembangkan Senjata Baru
    Jet tempur F-35 yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin. (Foto: AFP).
    Pyongyang: Korea Utara (Korut) pada Kamis memperingatkan Korea Selatan (Korsel), yang baru saja menerima dua jet tempur F-35 dari Amerika Serikat (AS). Korut akan mengembangkan senjata baru jika pesawat itu digunakan untuk menghadapi mereka.

    “Merencanakan penyebaran jet tempur siluman baru buatan AS adalah ‘tindakan yang sangat berbahaya’ yang akan memaksa kami untuk menggunakan senjata khusus untuk menembak jatuh mereka,” ungkap pihak Korut, seperti dikutip AFP, Kamis, 11 Juli 2019.

    Korea Selatan, sekutu utama AS, menerima dua jet F-35A pertamanya pada Maret di bawah kontrak USD7 miliar yang ditandatangani pada 2014. Negara itu berencana untuk menyebarkan 40 jet buat AS pada akhir 2021, dengan sekitar seperempat dari yang diharapkan akan beroperasi tahun ini.

    “Otoritas Korea Selatan tahu betul bahwa kedatangan jet tempur akan terbukti sebagai tindakan yang sangat berbahaya yang akan memicu reaksi kami," kata seorang peneliti di Institute for American Studies, Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita negara KCNA.

    "Kami tidak punya pilihan lain selain mengembangkan dan menguji persenjataan khusus untuk sepenuhnya menghancurkan senjata mematikan yang diperkuat di Korea Selatan," katanya.

    Pernyataan itu mengatakan bahwa dua F-35As lainnya akan dikirim ke Korea Selatan dari AS pada pertengahan Juli. Kementerian pertahanan Seoul menolak mengomentari apakah ini yang terjadi.

    Kedua tetangga secara teknis masih berperang setelah Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata alih-alih perjanjian damai.

    Ketegangan meningkat pada Mei ketika Korea Utara menembakkan rudal jarak pendek untuk pertama kalinya sejak November 2017, saat macet dalam pembicaraannya dengan Washington mengenai denuklirisasi.

    Pyongyang yang bersenjata nuklir mengecam Seoul karena tidak mengejar proyek ekonomi antar-Korea seperti yang dibahas dalam pertemuan puncak antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tahun lalu.

    Beberapa perangkat sanksi, yang dijatuhkan kepada Korea Utara atas program-program misil nuklir dan balistiknya, saat ini memblokir banyak perkembangan yang diusulkan di sektor-sektor mulai dari industri hingga pariwisata.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id