Pertama dalam Empat Tahun, Dubes AS Kunjungi Tibet

    Willy Haryono - 20 Mei 2019 09:21 WIB
    Pertama dalam Empat Tahun, Dubes AS Kunjungi Tibet
    Dubes AS untuk Tiongkok Terry Branstad dalam sebuah acara di Beijing, 30 Juni 2017. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)
    Beijing: Duta Besar Amerika Serikat untuk Tiongkok Terry Branstad melakukan kunjungan ke Tibet usai mendapatkan izin dari pemerintah Negeri Tirai Bambu. Ini merupakan lawatan perdana perwakilan AS di Tiongkok dalam empat tahun terakhir.

    Kunjungan oleh Dubes Branstad terjadi dua bulan usai Kementerian Luar Negeri AS menyebut Tiongkok telah "secara sistematis" menghalangi akses masuk ke Tibet bagi diplomat, jurnalis dan turis Negeri Paman Sam.
    Branstad dijadwalkan mengunjungi provinsi Qinghai dan juga Tibet dari Minggu 19 Mei hingga Sabtu mendatang.

    "Ini merupakan kesempatan bagi Dubes untuk berkomunikasi dengan para peimpin lokal dalam membahas berbagai isu mengenai kebebasan beragama dan juga pelestarian kebudayaan serta bahasa Tibet," ujar juru bicara Kedubes AS di Beijing kepada kantor berita AFP, Senin 20 Mei 2019.

    "Dubes menyambut baik kesempatan berkunjung ke Tibet, dan mendorong otoritas setempat juga membuka akses bagi semua warga Amerika," lanjut dia.

    Dalam kunjungan ini, Dubes Branstad akan bertemu beberapa tokoh, mendatangi sejumlah sekolah dan juga situs-situs budaya. Kunjungan Dubes Branstad berlangsung di tengah meningkatkan tensi antara AS dan Tiongkok perihal perang tarif dagang.

    Pendahulu Branstad, Max Baucus, telah mengunjungi Tibet pada Mei 2015.

    Menurut data Kemenlu AS, lima dari sembilan permohonan Washington untuk datang ke Tibet ditolak sepanjang tahun lalu. Salah satu permohonan yang ditolak itu diajukan Dubes Branstad.

    Otoritas Tiongkok menyebutkan "geografi" dan juga "kondisi iklim" sebagai dua alasan utama melarang akses masuk ke wilayah pegunungan Himalaya.

    Tahun ini merupakan peringatan 60 tahun percobaan pemberontakan oleh warga Tibet terhadap pemerintah Tiongkok. Gagalnya pemberontakan telah membuat tokoh spiritual Dalai Lama mengasingkan diri secara permanen ke India.

    Selama ini Tiongkok terus dituduh melakukan tindakan represif terhadap Tibet. Namun Beijing berkukuh warga Tibet menikmati kebebasan dan pertumbuhan ekonomi.

    Sedikitnya 150 warga Tibet telah membakar diri mereka sendiri sejak 2009 sebagai bentuk protes terhadap kehadiran Tiongkok di wilayah mereka. Sebagian besar dari mereka meninggal dunia.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id