Taliban Hindari Pembicaraan Perdamaian dengan Afghanistan

Arpan Rahman - 11 Juli 2018 18:05 wib
Kelompok militan Taliban dilaporkan mengabaikan pembicaraan
Kelompok militan Taliban dilaporkan mengabaikan pembicaraan damai (Foto: AFP).

Kabul: Pihak Taliban mengabaikan tawaran gencatan senjata dan negosiasi terbaru pemerintah Afghanistan. Perdamaian tampak sukar ditempuh seperti yang telah berlangsung selama beberapa dekade di negeri yang hancur karena perang ini. Kesulitan dialami pasukan di garis depan dan warga sipil yang menghadapi serangan sering kali.
 
Taliban sudah mendapatkan lebih banyak daerah kekuasaan dalam serangan musim semi tahunan mereka. Seraya mengabaikan seruan Presiden Ashraf Ghani untuk melakukan pembicaraan. Berharap mengakhiri perang hampir 17 tahun, Gani sudah menawarkan insentif yang tidak pernah terjadi sebelumnya, termasuk paspor bagi para pemberontak dan keluarga mereka.
 
Ghani juga menawarkan upaya menghapus sanksi internasional atas para pemimpin kelompok itu dan mengizinkan Taliban membuka markas resmi di ibu kota, Kabul.
 
Tetapi untuk itu, ia menekankan, gencatan senjata harus disetujui terlebih dahulu dan Taliban harus menjadi kelompok politik daripada pemberontakan bersenjata.
 
Pada Juni, Taliban menerima gencatan senjata tiga hari selama lebaran Idul Fitri, yang pertama bagi kelompok itu, tetapi menolak seruan pemerintah berikutnya buat memperpanjangnya.
 
Mereka mempertahankan satu-satunya pembicaraan yang akan mereka tempuh adalah dengan Amerika Serikat (AS) menurut permintaan utama mereka: penarikan semua pasukan Amerika dari Afghanistan.
 
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid baru-baru ini menegaskan kembali garis pemberontak bahwa "Amerika adalah pihak yang melanjutkan perang, mendukung musuh kita, dan mengebom negara kita."
 
"Jadi, jika ada pembicaraan, harus bersama mereka (orang Amerika)," kata Mujahid kepada Associated Press melalui telepon. "Kalau tidak, mereka tidak akan mendapat hasil apa pun," cetusnya, seperti dikutip dari Kantor Berita AFP, Rabu 11 Juli 2018. 
 
Sejak awal tahun, Taliban meningkatkan serangan. Pada 27 Januari, seorang pengebom bunuh diri mengemudikan ambulans diisi bahan peledak melewati pos pemeriksaan Kabul, menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai sebanyak 235 orang.
 
Taliban mengklaim serangan itu, juga yang lain, sepekan sebelumnya, di mana militan menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul, menewaskan 22 orang, termasuk 14 orang asing, dan memulai tembak-menembak 13 jam lawan pasukan keamanan.
 
Pada pertemuan Juni di Kabul, Dewan Ulama Afghanistan -- sebuah organisasi tokoh dan ulama Muslim -- mengeluarkan dekrit terhadap serangan bunuh diri, mengatakan bahwa itu "haram," dilarang di bawah hukum Islam.
 
Ketika pertemuan itu selesai dan para ulama akan bubar, seorang pengebom bunuh diri lainnya menyerang dekat lokasi, menewaskan tujuh orang.
 
Meskipun serangan itu diklaim oleh afiliasi Islamic State (ISIS) di Afghanistan, Taliban mengeluarkan pernyataan mencela konferensi tersebut dan yang seperti itu sebagai "proses ala Amerika" dan mendesak ulama menolak pertemuan tersebut.
 
Taliban sementara memperluas jangkauan mereka di pedesaan. Menurut Mujahid, mereka sekarang mengendalikan 54 dari 388 distrik di seluruh negeri, dengan lima distrik dicaplok dalam serangan musim semi tahun ini.
 
Setidaknya tujuh dari 14 distrik di provinsi Helmand selatan benar-benar di bawah kendali Taliban. Para pengamat mengatakan sekitar 80 persen dari Helmand -- dikenal karena ladang opiumnya yang besar -- berada di bawah kendali Taliban sejak 2004. Meskipun pusat-pusat kota tetap di bawah kendali pemerintah.
 
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish membantah klaim Taliban, berkilah mereka mengendalikan hanya 11 distrik di seluruh negeri.
 
Tetapi bahkan Inspektur Jenderal Khusus PBB untuk Rekonstruksi Afghanistan, atau SIGAR, mengatakan lebih dari separuh Afghanistan berada di bawah kendali langsung Taliban atau di bawah pengaruh mereka.
 
AS dan NATO terus menarik pasukan dalam beberapa tahun terakhir dari puncaknya hampir 150.000 orang, dan pada 2014 mereka beralih ke dukungan dan peran kontraterorisme. Pasukan keamanan Afghanistan, yang berjumlah 195.000 tentara dan lebih dari 150.000 polisi, telah berjuang untuk memerangi pemberontakan.
 
Tekanan sedang berlangsung untuk mendapatkan semacam proses perdamaian di negeri ini.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memanfaatkan perjalanan yang tidak diumumkan ke Afghanistan pada Senin demi meningkatkan panggilan pemerintahan Trump untuk pembicaraan damai.
 
Pada Selasa, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berbasis di Saudi, yang beranggotakan 57 negara, membuka konferensi dua hari buat mendorong pembicaraan perdamaian Afghanistan.
 
Dan para pemimpin NATO akan mendiskusikan Afghanistan pada Kamis di KTT mereka di Brussels di mana aliansi tersebut diharapkan membuat komitmen untuk terus mendanai tentara Afghanistan dan misi pelatihannya.
 
"Presiden memberi mereka (Taliban) kesempatan dan mengumumkan gencatan senjata, tetapi mereka menyerang pos-pos pemeriksaan kami, menyergap pasukan kami dan tidak ada yang berubah," kata Mohammad Din, polisi 27 tahun di provinsi Kunduz utara yang berdinas selama tujuh tahun terakhir.
 
Abdul Agha, 33, kehilangan lengan kanan dan kedua matanya di provinsi Logar timur ketika konvoinya menabrak bom pinggir jalan tiga tahun lalu. Mantan polisi itu mengatakan dia belum bisa melihat dua putrinya, yang lahir setelah serangan itu.
 
"Ini menghilangkan kemampuan saya untuk melihat kecerahan dan keindahan hidup," kata Agha.
 
Banyak pengusaha dan investor telah meninggalkan negara itu, menurut Abdul Karim Arefi, wakil direktur untuk Industri dan Investasi Dewan Afghanistan.
 
"Masyarakat berkecil hati, orang tidak cukup percaya diri untuk mengimpor barang dan melakukan bisnis," kata Arefi.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.