Tiongkok Tuduh Dua Warga Kanada Curi Rahasia Negara

    Arpan Rahman - 05 Maret 2019 16:52 WIB
    Tiongkok Tuduh Dua Warga Kanada Curi Rahasia Negara
    Seorang penjaga di halaman depan Kedutaan Kanada di Beijing. (Foto: AFP).
    Beijing: Dalam tuduhan spionase yang meluas pada Senin, Tiongkok menuduh mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor mencuri rahasia negara.

    Baca juga: Kanada Mulai Proses Ekstradisi Petinggi Huawei.

    Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah Kanada mengatakan akan melanjutkan untuk mengekstradisi seorang eksekutif Huawei ke Amerika Serikat guna menghadapi tuntutan.

    Kantor berita Beijing Xinhua mengutip pejabat Tiongkok yang mengatakan Kovrig ‘sangat’ melanggar hukum Tiongkok dengan aktif memata-matai sejak 2017. Laporan itu mengatakan ia menerima beberapa informasi dari Spavor, yang bekerja di Dandong, dekat perbatasan Tiongkok dengan Korea Utara.

    Kovrig bekerja sebagai penasihat senior untuk International Crisis Group, sebuah organisasi non-pemerintah, ketika pihak berwenang menangkapnya pada 10 Desember karena membahayakan keamanan nasional Tiongkok.

    Tiongkok Peace, situs web komite hukum dan ketertiban Partai Komunis Tiongkok, mengatakan penyelidikan terhadap Korvig telah "mencapai kemajuan besar." Pihak berwenang menuduh Korvig "menggunakan koneksi di dalam negeri Tiongkok" dan memperoleh "informasi dan intelijen Tiongkok yang sensitif."

    "Mereka menggunakan tuduhan mencuri rahasia negara sebagai kesimpulan," kata David Mulroney, Duta Besar Kanada untuk Tiongkok dari 2009 hingga 2012, kepada New York Times.

    "Mereka dapat menentukan bahwa segala sesuatu tidak pantas. Pembicaraan yang kamu lakukan kemarin baik-baik saja, adalah rahasia negara hari ini," sindirnya, seperti disitir dari laman UPI, Senin 4 Maret 2019.

    Pada Sabtu, perwakilan Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang mengatakan Beijing tidak puas dengan upaya Kanada buat mengekstradisi Meng Wanzhou ke AS. Seraya mengklaim Kanada menyalahgunakan perjanjian ekstradisi bilateral dan melanggar hak-haknya.

    "Ini adalah peristiwa politik yang serius. Tiongkok sekali lagi mendesak pihak AS segera mencabut surat perintah penangkapan dan permintaan ekstradisi yang menargetkan Meng Wanzhou, mendesak pihak Kanada segera membebaskan Meng dan membiarkannya kembali ke Tiongkok dengan aman," cetus Lu Kang.

    Meng, putri pendiri raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, ditangkap di Kanada pada 1 Desember melalui permintaan AS atas tuduhan penipuan bank, pencucian uang, menghalangi keadilan, dan pelanggaran sanksi.

    AS menuduh Meng, yang menjabat sebagai Kepala Keuangan Huawei, melanggar sanksi perdagangan terhadap Iran. Sementara Kementerian Kehakiman AS telah membuka penyelidikan apakah Huawei, yang memproduksi ponsel pintar dan elektronik lainnya, menjual peralatan ke Iran dan melanggar sanksi.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id