Utusan, Surat Kabar Tertua di Malaysia Berhenti Beroperasi

    Medcom - 20 Agustus 2019 14:01 WIB
    Utusan, Surat Kabar Tertua di Malaysia Berhenti Beroperasi
    Surat kabar berbahasa melayu di Malaysia, Utusan, berhenti beroperasi. Foto: The Star.
    Petaling Jaya: Utusan, surat kabar berbahasa Melayu tertua di Malaysia berhenti beroperasi terhitung Rabu, 21 Agustus 2019. Tutupnya Utusan disebabkan adanya ketidakpastian keuangan.

    Semua publikasi di bawah Grup Utusan, yakni Utusan Malaysia, Mingguan Malaysia, Kosmo! dan Kosmo! Ahad akan menutup semua publikasi baik cetak maupun online. Utusan Malaysia sendiri pertama kali mulai beroperasi pada 1 September 1967.

    Ketua Perserikatan Jurnalis Nasional (NUJ) Utusan Malaysia, Taufek Razak mengatakan, Pimpinan Eksekutif Datuk Abd Aziz Sheikh Fadzir mengakui perusahaan itu mengalami bangkrut.

    Berita sedih tersebut disampaikan pada pertemuan antara perwakilan staf dan personel Departemen Sumber Daya Manusia pada Senin, 19 Agustus,

    "Kami telah melaporkan bahwa perusahaan kami tidak memiliki uang lagi untuk membayar staf atau mengoperasikan perusahaan ini lebih lama," ungkap Taufek.

    Keputusan ini diputuskan oleh dewan direksi pada pertemuan sebelumnya di hari Senin. Ia juga mengatakan bahwa penutupan akan direalisasikan setelah grup tersebut dihapus dari Bursa Malaysia.

    “Grup Utusan belum membayar gaji kepada stafnya sejak Juni. Bahkan sebelum ini, mereka telah berulang kali menunda pembayaran gaji,” dikutip The Star, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Gaji untuk staf eksekutif juga tertunda selama dua bulan dengan pembayaran parsial terakhir sebesar 2.000 Ringgit Malaysia yang telah dibayarkan pada Juni lalu.

    Pihak perusahaan juga telah memulai skema pemisahan sukarela (VSS) yang membuat pengurangan karyawan dari 1.400 menjadi 823 orang. Namun, pembayaran VSS tersebut juga mengalami penundaan.

    Utusan Malaysia pertama kali diterbitkan dengan nama “Utusan Melayu” dalam tulisan Jawi pada 1939 di Singapura. Utusan Malaysia didirikan oleh Yusof Ishak, yang kemudian menjadi Presiden Singapura pertama, dan Abdul Rahim Kajai, yang dikenal sebagai bapak jurnalisme Melayu.

    Akhirnya, perusahaan ini dipindahkan ke Kuala Lumpur pada 1959. Versi Utusan Melayu yang kalimatnya telah disempurnakan dicetak pertama kali pada 1 September 1967.






    Penulis: Rifqi Akbar



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id