Palestina Ingin 61 Produknya Bebas Bea Cukai Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 23 Juli 2019 17:03 WIB
    Palestina Ingin 61 Produknya Bebas Bea Cukai Indonesia
    Jawad Almuty (dua kiri) di Kedubes Palestina di Jakarta, Selasa 23 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
    Jakarta: Produk buah zaitun dan kurma asal Palestina sudah masuk daftar produk bebas bea cukai dari Indonesia. Palestina berharap kebijakan bebas bea cukai ini juga diterapkan untuk puluhan produk lainnya.

    "Kami (Palestina) berterima kasih atas kebijakan Pemerintah Indonesia mengenai pembebasan pajak terhadap produk-produk kurma dan zaitun. Kami berharap 61 produk kami juga dibebaskan bea cukainya," tutur Direktur Pengembangan Perdagangan Kementerian Ekonomi Nasional Palestina, Jawad Almuty, di kantor Kedutaan Besar Palestina di Indonesia, Jakarta, Selasa, 22 Juli 2019.

    Jawad menambahkan dia dan timnya dari Kementerian Ekonomi Palestina datang ke Indonesia untuk menggenjot kerja sama ekonomi. Saat ini, Palestina mengaku sedang mengalami kemerosotan ekonomi sebesar 40 persen -- salah satu penyebabnya adalah Israel yang disebut mempersulit ekspor produk Palestina. 

    "Prioritas Palestina saat ini ingin terlepas dari 'penjajahan' Israel terhadap produk kami. Palestina ingin memiliki ekonomi mandiri. Kami sangat mengharapkan Anda semua dapat membantu Palestina" tuturnya.

    Baca: Kunjungi RI, Delegasi Palestina Dorong Kerja Sama Ekonomi

    Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Afrika dan Timur Tengah Kementerian Perdagangan RI, Mochamad Rizalu Akbar, mengatakan bahwa pembebasan bea cukai bagi 61 produk Palestina masih dalam pembahasan.

    "Masih garis besar saja. Kita masih melihat apakah produk itu memengaruhi produk dalam negeri atau tidak. Karena kalau zaitun dan kurma, di kita itu permintaannya tinggi, tapi kita tidak ada produksi," terangnya.

    Menurut Rizalu, pembebasan pajak terhadap dua produk Palestina tersebut memang sudah menjadi arah politik luar negeri Indonesia. Pasalnya, kemerdekaan Palestina merupakan jantung politik luar negeri Indonesia.

    "Jadi ini memang sudah menjadi arah politik luar negeri Indonesia untuk mendukung secara politik, bukan hanya ekonomi, tapi juga politik. Lagian, kurma dan zaitun itu memang kita butuh," imbuhnya.

    Total perdagangan Indonesia dan Palestina pada 2018, menurut data dari Kementerian Ekonomi Nasional Palestina, mencapai USD5 juta atau setara Rp69 miliar. Produk-produk Indonesia yang laku di Palestina antara lain, ekstrak kopi, makanan biskuit, mi instan dan makanan kemasan lainnya.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id