Jumlah Misi Diplomatik Tiongkok Lampaui AS

    Willy Haryono - 27 November 2019 12:59 WIB
    Jumlah Misi Diplomatik Tiongkok Lampaui AS
    Bendera AS terpasang di sebuah mobil diplomatik di Shanghai, Tiongkok, 30 Juli 2019. (Foto: AFP/GREG BAKER)
    Canberra: Untuk kali pertama dalam sejarah, Tiongkok memiliki lebih banyak misi diplomatik di seluruh dunia dibanding Amerika Serikat. Data tersebut berasal dari studi terbaru organisasi Lowy Institute asal Australia, Rabu 27 November 2019.

    Lowy menyebut peningkatan "pesat" jaringan diplomatik Tiongkok berlanjut di tahun 2019, termasuk pembukaan pos baru di sejumlah negara yang awalnya mengakui status Taiwan.

    "Dengan 276 pos di level global, Tiongkok untuk kali pertama melampaui jaringan Amerika Serikat. Selisihnya tiga pos," ujar Lowy dalam laporan Global Diplomacy Index, dilansir dari AFP.

    Menurut Lowy, dunia diplomasi AS saat ini "telah memasuki periode penuh ketidakpastian," di tengah pemangkasan anggaran dan sejumlah masalah terkait diplomat AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

    AS belum membuka pos diplomatik baru tahun ini, dan justru telah menutup konsulatnya di Saint Petersburg, Rusia. Penutupan dilakukan terkait kasus penyerangan dengan menggunakan racun terhadap bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal, di Inggris.

    Namun AS tetap menjadi negara terpopuler untuk kedutaan atau konsulat asing. Sebanyak 61 negara membuka misi diplomatik di AS, dengan total pos mencapai 342. Sementara di Tiongkok, jumlahnya hanya 256.

    "Di waktu yang sama, jejak diplomatik Tiongkok berlanjut dengan pembukaan misi baru di Burkina Faso, Republik Dominika, El Salvador, Gambia dan Sao Tome and Principe," sebut Lowy. Kelima negara itu adalah mantan mitra diplomatik Taiwan.

    Meski Tiongkok memiliki lebih banyak misi diplomatik di dunia, Lowy menekankan bahwa hal tersebut bukanlah indikator efektif dalam menilai kesuksesan diplomasi Beijing. 

    Sementara itu, Inggris turun ke peringkat 11 dalam Global Diplomacy Index. Hal ini terjadi meski London telah bertekad mengembangkan "Global Britain" setelah Brexit -- keluarnya Inggris dari Uni Eropa -- diproyeksikan terwujud tahun depan. Peringkat Inggris kini berada di bawah Italia, Spanyol dan Brasil.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id