Gara-gara Virus Korona, Cathay Pacific Minta Awak Ambil Cuti

    Fajar Nugraha - 05 Februari 2020 18:07 WIB
    Gara-gara Virus Korona, Cathay Pacific Minta Awak Ambil Cuti
    Maskapai Cathay Pacific minta karyawannya cuti tanpa bayaran akibat imbas penyebaran virus korona. Foto: AFP
    Hong Kong: Maskapai andalan Hong Kong, Cathay Pacific meminta seluruh tenaga kerjanya untuk mengambil cuti tanpa bayaran selama tiga minggu. Hal ini terkait krisis akibat virus korona.

    Ini adalah pukulan terbaru bagi Cathay Pacific yang sebelumnya jadwal penerbangannya terganggu akibat kekacauan politik dan protes tak berujung. Kini maskapai tersebut terkena dampak virus korona yang sudah menewaskan 493 jiwa di Tiongkok.

    Dalam sebuah pesan video kepada 27.000 karyawan perusahaan, bos perusahaan penerbangan Augustus Tang mengatakan mereka diminta untuk mengambil cuti selama tiga minggu tanpa bayaran antara Maret dan Juni.

    "Saya berharap Anda semua akan berpartisipasi, dari karyawan garis depan kami hingga para pemimpin senior kami. Semua ikut serta dalam tantangan kami saat ini," kata Tang, seperti dikutip AFP, Rabu 5 Februari 2020.

    Virus korona, yang pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan di Tiongkok akhir tahun lalu, tersebar dengan cepat selama liburan Tahun Baru Imlek. Liburan itu biasanya menjadi salah satu waktu tersibuk bagi maskapai regional.

    Sebagai gantinya, puluhan maskapai penerbangan internasional telah mengurangi atau menunda penerbangan ke Tiongkok. Langkah tersebut merupakan upaya untuk menghentikan penyebaran patogen dan ketika jumlah penumpang menurun drastis.

    Tang memperingatkan Cathay Pacific mengalami "salah satu liburan Tahun Baru Imlek yang paling sulit yang pernah kami alami karena virus”.

    "Dan kita tidak tahu sampai berapa lama. Dengan pandangan yang tidak pasti, mempertahankan dana kami sekarang adalah kunci untuk melindungi bisnis,” tutur Tang.


    Situasi serius


    Tang mengumumkan serangkaian tindakan untuk mengatasi krisis, termasuk meminta staf untuk secara sukarela mengambil cuti yang tidak dibayar.

    "Saya menyadari ini sulit didengar, dan kami mungkin perlu mengambil langkah lebih jauh ke depan. Tetapi dengan mendukung skema cuti khusus Anda akan membantu pada saat dibutuhkan," katanya kepada staf.

    Dia juga meminta pemasok untuk mengurangi harga mereka, dan mengatakan maskapai itu akan melakukan penyesuaian jangka pendek pada kapasitasnya. Termasuk langkah yang sudah diumumkan untuk memotong penerbangan 30 persen di seluruh dunia selama dua bulan, termasuk pemotongan 90 persen ke daratan Tiongkok.

    Terakhir kali Cathay meminta staf untuk mengambil cuti yang tidak dibayar adalah pada 2009 setelah jatuhnya keuangan global. "Situasi sekarang sama seriusnya," kata Tang.

    Ekonomi Hong Kong saat ini dalam resesi, dipukuli oleh perang dagang AS-Tiongkok, protes dan wabah virus. Krisis itu telah menghantam industri pariwisata dan hiburan dengan keras.

    Sejauh ini 18 orang dinyatakan positif mengidap virus tersebut di Hong Kong. Salah satu pasien dilaporkan meninggal pada Selasa.

     



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id