Gadis Inggris Hilang di Malaysia, Scotland Yard Ikut Pencarian

    Arpan Rahman - 12 Agustus 2019 20:07 WIB
    Gadis Inggris Hilang di Malaysia, Scotland Yard Ikut Pencarian
    Poster pencarian Nora Quairin, warga Inggris yang hilang di Malaysia. Foto: AFP.
    Kuala Lumpur: Seorang gadis remaja Inggris hilang di Malaysia. Orangtuanya pun mempertimbangkan untuk menawarkan hadiah uang tunai.

    Disitat dari Mirror, Senin, 12 Agustus 2019, petugas dari Scotland Yard dan Badan Kejahatan Nasional (NCA) Inggris turut membantu pencarian Nora Quoirin.

    Tim ini juga bekerja sama dengan petugas Irlandia, yang diketahui memahami soal sandera dan spesialis penculikan dalam keadaan siaga jika terbukti gadis berusia 15 tahun itu diculik.

    Seorang juru bicara keluarga Quoirin keturunan Irlandia-Prancis berkata: "Saya senang melihat dukungan dikerahkan."

    Orangtuanya, Meabh dan Sebastien, mempertimbangkan untuk menawarkan hadiah setelah ratusan relawan menghabiskan hari kedelapan perburuan di hutan Malaysia.

    Jika keluarga Balham asal London Barat Daya memang menawarkan hadiah, mereka dapat memilih untuk memakai uang dari dua dana yang digalang di dunia maya yang dibuat oleh para kerabat. Rekening itu terkumpul hampir 100.000 poundsterling setara Rp1,7 miliar.

    Jim Gamble, mantan kepala eksekutif Pusat Eksploitasi Anak dan Perlindungan Daring, menasihati keluarga tersebut. Dia telah mendesak mereka untuk mempertimbangkan insentif, seraya mengatakan itu mungkin "mendorong hati nurani seseorang".

    Kepala polisi Negeri Sembilan, Mohamad Bin Mat Yusof, mengatakan dia telah berbicara dengan orang tua Nora tentang kemungkinan itu. Dia juga mengkonfirmasi pembukaan pusat hubungan telepon di Malaysia.

    Nora mengidap kondisi otak holo-prosencephaly, yang membuat dia berjalan dan merawat diri sendiri sangat sulit. Dia terakhir terlihat di pondok liburan pada Sabtu 3 Agustus setelah tiba dengan Meabh, 45, dan Sebastien, 47, serta saudara kandungnya, Innes, 12, dan Maurice, delapan.

    Polisi, yang mengaku tidak memiliki petunjuk, percaya Nora bertelanjang kaki pergi lewat jendela. Ayahnya membunyikan alarm pukul 8.00 pagi keesokan harinya.

    Keluarganya yakin bahwa dia pasti diculik dan telah memberi tahu bagaimana tingkat keparahan disabilitasnya berarti dia "tidak bisa pergi jauh ke mana pun sendirian". Nomor hotline keluarga itu sendiri telah menerima ratusan panggilan.

    Ayah Sebastien, seorang penjual di perusahaan analisis data, sudah bertemu dengan wakil inspektur jenderal polisi Mazlan Bin Mansor, yang mengarahkan beberapa dari 296 pekerja SAR dan relawan.

    Seorang juru bicara NCA berkata: "Badan Kejahatan Nasional, Polisi Metropolitan London dan Garda Siochana kini sedang bekerja bersama."



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id