Mantan PM Malaysia Cari Celah Tunda Persidangan Korupsi

    Arpan Rahman - 02 April 2019 16:31 WIB
    Mantan PM Malaysia Cari Celah Tunda Persidangan Korupsi
    Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dihadapkan pada kasus korupsi 1MDB. (Foto: AFP).
    Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Senin 1 April mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap putusan Pengadilan Federal. Ia minta mencabut penundaan proses pengadilan untuk persidangannya perihal anak perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

    Dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa 2 April 2019, upaya itu hanya dua hari sebelum dia seharusnya menghadapi tujuh dakwaan atas pelanggaran pidana menyelewengkan kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang atas dugaan transfer RM42 juta (Rp146,7 miliar) ke rekening banknya dari SRC International, sebuah bekas unit dari yayasan negara 1MDB yang dilanda skandal.

    Salah satu pengacara Najib, Harvinderjit Singh, mengatakan bahwa tidak ada jadwal yang ditetapkan untuk sidang aplikasi peninjauan kembali.

    "Kasus korupsi lain yang melibatkan Najib dan RM2,28 miliar dana 1MDB juga sedianya dihelat di Pengadilan Tinggi pada Senin," tutur Singh.

    Awalnya akan dimulai pada 12 Februari, persidangan Najib ditunda karena naik banding atas masalah prosedural yang diangkat dalam sidang pra-persidangan.

    Pada 27 Maret, tujuh orang panel dari Pengadilan Federal mencabut penundaan perintah pengadilan yang sebelumnya diberikan oleh Pengadilan Banding.

    Sebelumnya, jaksa senior Gopal Sri Ram memberi tahu pengadilan bahwa Ketua Hakim Malaysia, Zaharah Ibrahim, telah setuju memprioritaskan kasus SRC International daripada kasus 1MDB. Diputuskan pengadilan bahwa persidangan 1MDB akan dimulai pada Mei, tergantung pada jadwal kasus SRC International, yang akan dimulai pada Rabu.

    Pada 20 September 2018, Najib didakwa dengan empat dakwaan berdasarkan Undang-Undang Komisi Antikorupsi Malaysia dan 21 dakwaan untuk pencucian uang yang melibatkan dana 1MDB sebesar RM2,28 miliar. Dia diduga melakukan pelanggaran di AmIslamic Bank Berhad antara 2011-2014.

    Pengadilan SRC International yang pertama dari beberapa proses pidana Najib diperkirakan akan membuktikan skandal itu, dan jumlah yang terlibat sebagian kecil dari USD1 miliar yang diduga diselidiki penyidik hingga ke rekening banknya.

    Dia menghadapi penjara tahunan jika dihukum total 42 dakwaan pidana, kebanyakan dari itu terkait 1MDB. Sedikitnya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura telah meluncurkan investigasi pencucian uang dan korupsi atas 1MDB, yang didirikan Najib pada 2009.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id