Najib Razak Dituntut Pasal Penyalahgunaan Kekuasaan

    Sonya Michaella - 12 Desember 2018 11:27 WIB
    Najib Razak Dituntut Pasal Penyalahgunaan Kekuasaan
    Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP)
    Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituntut melakukan pelanggaran di Kompleks Departemen Perdana Menteri. Tuntutan ini dikeluarkan oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia. 

    Najib diduga memerintahkan pergantian dokumen laporan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) sebelum diajukan ke Komite Akun Publik. Pelanggaran ini diduga dilakukan antar 22 Februari dan 26 Februari 2016 silam.

    Najib dituntut berdasarkan Pasal 23 (1) dari Undang-Undang Komisi Anti Korupsi Malaysia Act 2009 tentang Pelanggaran Penyalahgunaan Kekuasaan.

    Dilansir dari Channel News Asia, Rabu 12 Desember 2018, jika terbukti bersalah, Najib harus menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda sebesar USD2,390.

    Baca: Buronan 1MDB Terjerat Tudingan Pencucian Uang

    Sementara ini, pengadilan mengizinkan Najib bebas dengan jaminan senilai RM500 ribu.

    Menanggapi tuntutan ini, Najib mengatakan dirinya sama sekali tidak bersalah. Hal yang sama juga dikatakan oleh mantan Presiden Grup 1MDB, Arul Kanda Kandasamy yang dituntut secara terpisah di Pengadilan Kuala Lumpur.

    Arul dituding bersekongkol dengan Najib untuk mengubah laporan audit akhir dari 1MDB. Arul juga diberikan jaminan sebesar RM500 ribu dan diminta menyerahkan paspornya.

    Tak hanya itu, Komisi Anti Korupsi Malaysia juga meminta Najib dan Arul mengatakan di mana sebenarnya Jho Low bersembunyi. Jho Low yang merupakan pengusaha, disebut-sebut merupakan tokoh kunci dari skandal 1MDB ini. 

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id