Sepak Terjang KPK Malaysia untuk Kembalikan Uang Negara

    Arpan Rahman - 07 Oktober 2019 16:31 WIB
    Sepak Terjang KPK Malaysia untuk Kembalikan Uang Negara
    Korupsi terkaitan 1MDB diduga menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto: AFP
    Kuala Lumpur: Malaysia jatuhkan denda kepada 80 individu dan entitas, termasuk politisi dan bisnis. Semuanya diduga menerima uang dari dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

    Individu-individu itu termasuk adik mantan Perdana Menteri Najib Razak, Nazir Razak, yang pernah menjabat Direkut Bank CIMB. Ini adalah bank terbesar kedua di Malaysia sampai pengunduran dirinya pada akhir 2018.

    Mantan Menteri Perdagangan Malaysia Shahrir Abdul Samad, yang kemudian menjadi ketua agensi kelapa sawit negara, Felda, dan mantan wakil menteri perdagangan Ahmad Maslan juga dikenakan denda.

    Kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) Latheefa Koya mengatakan, kepada wartawan pada Senin bahwa badan tersebut bertujuan untuk mengembalikan 420 juta ringgit atau Rp1,4 triliun dari individu dan entitas yang diduga menerima dana dicuci melalui akun yang terkait dengan Najib.

    Dana juga telah didistribusikan ke perusahaan, partai politik, dan organisasi terkait koalisi Najib, daftar itu disediakan oleh MACC dan dilihat oleh Al Jazeera.

    Ini termasuk entitas di bawah koalisi yang berkuasa sebelumnya, Barisan Nasional, dan partai-partai komponen Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Asosiasi Cina Malaysia, dan Kongres India Malaysia.

    Penyelidik Malaysia dan AS mengatakan sekitar USD4,5 miliar atau Rp63,7 triliun disalahgunakan dari 1MDB, yang didirikan pada 2009 oleh Najib.

    "Kami telah mengeluarkan pemberitahuan majemuk terhadap semua orang dan entitas ini untuk tujuan mereka membayar denda," kata Latheefa, dikutip dari Al Jazeera, Senin 7 Oktober 2019. Ia menambahkan bahwa mereka dapat didenda hingga 2,5 kali jumlah yang diterima.

    Dia mengatakan bahwa jumlah tunggal terbesar yang diminta adalah 134 juta ringgit atau Rp453 miliar dari suatu entitas. Individu yang gagal membayar denda dapat menghadapi tindakan melawan mereka oleh MACC.

    Najib, yang kalah dalam pemilihan umum tahun lalu, kini menghadapi puluhan tuduhan korupsi dan pencucian uang atas tuduhan bahwa ia menerima sekitar USD1 miliar atau Rp14 kuadriliun dalam dana 1MDB. Dia mengaku tidak bersalah.

    Seorang juru bicara Nazir tidak segera menanggapi permintaan komentar. Shahrir menolak berkomentar. Pada 2015, Nazir cuti setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa ia menerima sekitar USD7 juta atau Rp99 miliar dari Najib dan mencairkan dana untuk politisi lain sebelum pemilihan pada 2013.

    Peninjauan independen terhadap transfer uang menyimpulkan bahwa Nazir tidak menyalahgunakan posisinya dan tidak ada penggunaan sumber daya CIMB yang tidak tepat, setelahnya Nazir melanjutkan tugasnya sebagai ketua. Dia mengundurkan diri tahun lalu setelah hampir tiga dekade di bank.

    “Nazir menerima sekitar 25,7 juta ringgit dalam bentuk cek,” kata Latheefa.

    Namun Latheefa menolak untuk mengkonfirmasi apakah ini adalah dana yang sama dengan yang diduga diterima Nazir pada 2013.

    Setelah memenangkan pemilu tahun lalu, pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah membuka kembali penyelidikan 1MDB, mendakwa puluhan pejabat tinggi, dan mengajukan tindakan penyitaan sipil dalam upaya untuk memulihkan uang terkait dengan 1MDB.

    Sejak 2016, Kementerian Kehakiman AS telah mengajukan tuntutan hukum atas aset sekitar USD1,7 miliar yang diduga dibeli dengan dana 1MDB curian, termasuk jet pribadi, real estat mewah, dan perhiasan.

    Pada Mei, sekitar USD200 juta dikembalikan ke Malaysia dari penjualan aset yang disita oleh Amerika Serikat.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id