Hirohito Ingin Sampaikan Penyesalan usai PD II

    Willy Haryono - 20 Agustus 2019 12:18 WIB
    Hirohito Ingin Sampaikan Penyesalan usai PD II
    Foto yang diambil tahun 1950-an memperlihatkan Kaisar Hirohito (tengah) sedang membaca koran bersama Permaisuri Kojun dan Putra Mahkota Akihito di Tokyo. (Foto: AFP/INTERCONTINENTALE)
    Tokyo: Hirohito, Kaisar Jepang di era perang, sempat ingin mengekspresikan rasa penyesalan usai Perang Dunia II berakhir. Namun, Perdana Menteri Jepang saat itu menghentikannya.

    Interaksi mengenai kata "menyesal" antara Kaisar Hirohito dan PM Shigeru Yoshida terungkap dari 18 buku catatan yang ditulis Michiji Tajima, seorang petinggi Agensi Rumah Tangga Kekaisaran Jepang.

    Dari belasan buku itu, terangkum sejumlah percakapan antara Kaisar Hirohito dan PM Yoshida dari tahun 1949 hingga 1953.

    Berdasarkan salah satu buku, Hirohito berkata pada 1952: "Biar bagaimanapun juga, saya merasa perlu menambahkan kata menyesal." Ucapan itu terkait dengan susunan naskah pidato yang akan dibacakannya dalam sebuah acara kenegaraan.

    Masih dari buku Tajima, Kaisar Hirohito juga disebut pernah berkata, "Saya merasakan penyesalan mendalam. Saya sangat ingin menambahkan kata itu."

    Namun PM Yoshida menghentikan niat sang kaisar. "Ada kemungkinan orang-orang akan berpikir bahwa dia (Kaisar Hirohito) adalah sosok yang memulai perang," ucap PM Yoshida kepada Tajima puluhan tahun lalu, dikutip dari AFP, Selasa 20 Agustus 2019.

    Kata "menyesal" akhirnya dihapus dari naskah pidato yang disampaikan Kaisar Hirohito dalam acara peringatan perjanjian damai San Francisco 1951.

    Meninggal dunia di tahun 1989, Hirohito adalah kakek dari kaisar saat ini, Naruhito. Naruhito menjadi Kaisar Jepang usai sang ayah, Akihito, memutuskan turun takhta.

    Saat masih berkuasa, Kaisar Hirohito sempat dianggap sebagai manusia setengah dewa. Ia menjadi pemimpin tertinggi militer Jepang yang melakukan invasi di seantero Asia di era 1930 dan 1940-an.

    Pidato Hirohito untuk menyerah dalam perang disiarkan di radio pada 15 Agustus 1945, beberapa hari usai Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

    Keterlibatan Hirohito dalam perang masih menjadi perdebatan di kalangan sejumlah cendekiawan, terutama yang ada di AS. Beberapa dari mereka berpendapat Hirohito bukan 'boneka' militer, namun seorang komandan aktif.

    Kamis 15 Agustus, Kaisar Naruhito mengucapkan kata "penyesalan mendalam" mengenai sejarah perang Jepang. Itu adalah pidato pertamanya sebagai Kaisar Jepang yang disampaikan untuk memperingati berakhirnya PD II.

    Pidato Naruhito diawasi secara seksama di Jepang dan juga seantero Asia. Sejumlah pihak menilai kata-kata yang disampaikan Naruhito mirip dengan kaisar terdahulu, Akihito.

    Baca: Warga Jepang Lega dengan Kehadiran Kaisar Naruhito



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id