Taliban Sepakati Gencatan Senjata dengan Pemerintah Afghanistan

    Arpan Rahman - 30 Desember 2019 18:20 WIB
    Taliban Sepakati Gencatan Senjata dengan Pemerintah Afghanistan
    Kelompok Taliban di Afghanistan sepakati gencatan senjata dengan pemerintah. Foto: AFP
    Kabul: Taliban mengatakan telah menyetujui gencatan senjata sementara nasional di Afghanistan. Sekaligus membuka pintu bagi kemungkinan perjanjian perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).

    Kesepakatan damai apa pun dapat memungkinkan Washington membawa pulang pasukannya dari Afghanistan dan mengakhiri keterlibatan militernya selama 18 tahun di negara itu.

    Dikutip dari ITV, Senin 30 Desember 2019, saat ini diperkirakan ada 12.000 tentara AS di Afghanistan.

    Jika ada kesepakatan yang disetujui, AS ingin dijanjikan bahwa Taliban tidak akan membiarkan Afghanistan digunakan sebagai pangkalan oleh sejumlah kelompok teroris.

    Kepala Taliban harus menyetujui perjanjian, tetapi itu diharapkan. Tidak ada pengumuman resmi tentang durasi gencatan senjata yang diumumkan, tetapi diperkirakan sekitar 10 hari.

    Anggota tim perunding Taliban bertemu selama sepekan dengan dewan penguasa kelompok itu sebelum mereka menyetujui gencatan senjata singkat.

    Tim negosiasi kembali pada Minggu ke Qatar di mana mereka membuka kantor politik mereka. Pilar utama perjanjian itu, yang telah diperselisihkan AS dan Taliban selama lebih dari setahun, adalah negosiasi langsung antara warga Afghanistan di kedua sisi konflik.

    Pembicaraan itu diperkirakan akan diadakan dalam waktu dua pekan sejak penandatanganan perjanjian perdamaian AS-Taliban.

    Isinya mungkin akan memutuskan seperti apa rupa Afghanistan setelah perang, dan peran apa yang dapat dimainkan Taliban.

    Negosiasi akan mencakup berbagai subyek, seperti hak-hak perempuan, kebebasan berbicara, dan nasib puluhan ribu pejuang Taliban, serta milisi bersenjata berat milik panglima perang Afghanistan yang telah mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan sejak Taliban terusir dari kekuasaan.

    Gencatan senjata sementara sudah diusulkan oleh utusan AS Zalmay Khalilzad selama putaran pembicaraan terakhir.

    Trump mengunjungi pasukan AS di Afghanistan pada November dan menyatakan pembicaraan telah berlangsung untuk mencoba dan menegosiasikan kesepakatan damai dengan Taliban.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id