• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 pesawat  

Pesawat Air China Kehilangan Tekanan Kabin dalam Penerbangan

Arpan Rahman - 12 Juli 2018 19:11 wib
Pesawat Air China (di belakang) diselidiki atas insiden di Hong
Pesawat Air China (di belakang) diselidiki atas insiden di Hong Kong (Foto: AFP).

Hong Kong: Pihak berwenang Tiongkok sedang melakukan penyelidikan setelah pesawat Air China melakukan tindakan darurat di ketinggian 3.048 meter. Di saat itu, masker oksigen dikeluarkan, sebelum kemudian ketinggian naik lagi untuk melanjutkan penerbangan ke tujuannya.
 
Biro timur laut pada Lembaga Penerbangan Sipil (CAA) mengatakan di situsnya bahwa penerbangan Boeing 737 CA106 dari Hong Kong ke Dalian sedang terbang, pada Selasa 10 Juli, dengan 153 penumpang dan sembilan awak.
 
Tidak ada cedera yang dilaporkan dan pesawat tidak rusak, katanya, menambahkan bahwa mereka sedang memeriksa perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit guna memastikan yang terjadi.
 
Pesawat itu turun dari 35.000 kaki menjadi 10.000 kaki dalam 10 menit seperti praktik standar dalam kejadian dekompresi, menurut data FlightRadar24, kemudian naik dan melanjutkan penerbangan di ketinggian puncak 26.600 kaki menuju ke bandara terdekat untuk mendarat.
 
Pakar industri berpendapat keputusan untuk naik dan melanjutkan penerbangan itu tidak biasa mengingat masker oksigen telah dikeluarkan dan muncul risiko peristiwa dekompresi lain bisa terjadi setelah pasokan satu kali dari 12 hingga 20 menit masker oksigen habis.
 
"Para kru tidak akan dapat secara akurat menilai jumlah oksigen darurat yang tersedia," kata mantan kepala keamanan Qantas, Ron Bartsch.
 
"Menurut saya, pilot dalam tugas seharusnya mendarat di bandara terdekat," cetusnya, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis 12 Juli 2018.
 
Seorang penumpang yang hanya menyebut nama belakangnya sebagai Wang berkata kepada Kantor Berita Tiongkok yang dikelola pemerintah bahwa penumpang diberitahu bahwa kabin pesawat mengalami dekompresi.
 
Situs web berita Tiongkok, Sina, melaporkan tekanan kabin sudah kembali dipulihkan dan pesawat mulai naik lagi meskipun masker oksigen telah dikeluarkan.
 
Sina mengutip penumpang lain yang mengaku bahwa mereka mengalami ketakutan kedua menjelang akhir penerbangan, ketika sebuah pengumuman dibuat meminta penumpang untuk mengenakan masker oksigen meskipun isinya sudah habis. Namun, awak kabin menepisnya sebagai alarm palsu, katanya.
 
Pada 2000, sebuah penerbangan Alaska Airlines mengalami masalah tekanan dan masker oksigen yang dikerahkan, turun kembali ke 10.000 kaki. Setelah masalah teratasi, pilot melanjutkan penerbangan, mencapai ketinggian puncak 41.000 kaki.
 
Kedua pilot itu kemudian dilucuti dari lisensi mereka. Badan Transportasi Nasional Amerika Serikat mengatakan kapten itu "secara sadar dan tidak perlu memaparkan 88 penumpang dan tiga anggota awak kabin ke kemungkinan yang signifikan dari cedera otak yang tiba-tiba atau serius atau kematian dalam peristiwa pesawat mengalami masalah tekanan udara lainnya".
 
Surat kabar yang disokong negara, Beijing News, mengutip sumber tanpa nama, mengatakan bahwa anggota awak telah merokok selama penerbangan Air China.
 
Air China sedang menyelidiki insiden itu. Dikatakan di akun resmi Weibo pada Rabu bahwa kejadian itu akan menunjukkan "toleransi nol" jika awaknya ditemukan melakukan kesalahan.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.