PM Khan: Pakistan Sudah Bukan Tempat Perlindungan Militan

    Willy Haryono - 18 Februari 2020 09:21 WIB
    PM Khan: Pakistan Sudah Bukan Tempat Perlindungan Militan
    PM Pakistan Imran Khan berbicara dalam sebuah acara di Islamabad, 17 Februari 2020. (Foto: AFP/AAMIR QURESHI)
    Islamabad: Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berkukuh bahwa negaranya sudah bukan lagi menjadi tempat persembunyian sejumlah grup militan. Ia juga mengatakan bahwa Pakistan mendukung penuh proses perdamaian dalam konflik berkepanjangan di Afghanistan.

    Namun, beberapa jam usai pernyataan PM Khan, bom bunuh diri meledak di sebuah acara keagamaan di kota Quetta, provinsi Balochistan, Senin 17 Februari 2020. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang.

    Pernyataan PM Khan juga disampaikan di tengah harapan bahwa Amerika Serikat dan kelompok militan Taliban di Afghanistan dapat segera menyepakati perjanjian damai. Inti dari kesepakatan tersebut adalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dan sebagai gantinya Taliban akan menjamin keamanan di negara tersebut.

    Pakistan, yang selama ini dituduh mendukung Taliban dan grup ekstremis lainnya, dipandang sebagai negara kunci untuk membantu mewujudkan perjanjian damai di Afghanistan.

    "Saya dapat memastikan tidak ada tempat perlindungan (bagi militan) di sini," ucap PM Khan dalam sebuah konferensi di Islamabad, dilansir dari laman AFP.

    "Apapun situasi yang telah terjadi di masa lalu, saya menegaskan ada satu hal yang kami inginkan: perdamaian di Afghanistan," lanjutnya.

    Sebelumnya, Wakil Presiden kedua Afghanistan Sarwar Danish menuduh Pakistan telah membiarkan Taliban untuk merekrut sejumlah militan baru dari kamp pengungsian Afghanistan.

    Sementara itu mengenai ledakan bom di Quetta, dua dari delapan korban tewas adalah polisi.

    Pelaku bom bunuh diri diketahui hendak memasuki sebuah acara keagamaan, namun dihentikan aparat di pos penjagaan.
     
    "Saat petugas melakukan pemeriksaan, ia meledakkan sabuk peledak yang menewaskan delapan orang dan melukai 23 lainnya," ucap polisi senior Abdul Razzaq Cheema kepada AFP.

    Angka korban tewas dan luka telah dikonfirmasi Mohammad Waseem Baig, juru bicara di sebuah rumah sakit lokal.
     
    Hingga saat ini, belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Quetta.

    Serangan terjadi saat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memuji peningkatan sektor keamanan di Pakistan. Ia berada di Pakistan dalam kunjungan resmi selama tiga hari.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id