Dokter Thailand Klaim Temukan Penangkal Virus Korona

    Fajar Nugraha - 03 Februari 2020 13:49 WIB
    Dokter Thailand Klaim Temukan Penangkal Virus Korona
    Pemerintah Thailand mengklaim memiliki penangkal virus korona. Foto: AFP
    Bangkok: Dokter di Thailand mengumumkan keberhasilan dalam mengobati kasus-kasus parah virus korona baru dengan kombinasi obat-obatan untuk flu dan HIV. Hasil awal menunjukkan peningkatan besar 48 jam setelah menerapkan pengobatan.

    Para dokter dari Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok mengatakan pendekatan baru dalam pengobatan virus korona telah memperbaiki kondisi beberapa pasien yang dirawat, termasuk seorang wanita Tiongkok berusia 70 tahun dari Wuhan yang dites positif terkena virus korona selama 10 hari.

    Perawatan obat termasuk campuran obat antiHIV lopinavir dan ritonavir dengan obat flu oseltamivir dalam dosis besar.

    "Ini bukan obatnya, tetapi kondisi pasien telah jauh membaik. Dari tes positif selama 10 hari di bawah perawatan kami, setelah menerapkan kombinasi obat ini hasil tes menjadi negatif dalam waktu 48 jam," ujar Dr Kriangska Atipornwanich, spesialis paru-paru di Rajavithi kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Senin, 3 Februari 2020.

    "Prospeknya bagus tapi kami masih harus melakukan lebih banyak penelitian untuk menentukan bahwa ini bisa menjadi pengobatan standar,” jelasnya.

    Pejabat kesehatan Tiongkok telah memberikan obat HIV dan flu untuk melawan virus korona. Dokter di Thailand mengatakan, penggunaan ketiganya bersama tampaknya meningkatkan perawatan.

    Dokter lain mengatakan bahwa pendekatan yang sama pada dua pasien lain menghasilkan satu menampilkan beberapa reaksi alergi tetapi yang lain menunjukkan perbaikan.

    "Kami telah mengikuti praktik internasional, tetapi dokter meningkatkan dosis salah satu obat," kata Somsak Akkslim, direktur jenderal Departemen Layanan Medis, merujuk pada obat flu Oseltamivir.

    Thailand telah mencatat 19 kasus virus korona. Dari pasien Thailand, delapan telah pulih dan pulang sementara 11 masih dirawat di rumah sakit.

    Somsak mengatakan kementerian kesehatan akan bertemu pada Senin untuk membahas pengobatan yang berhasil dalam kasus yang berusia 70 tahun, tetapi mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan untuk semua kasus.

    "Awalnya kami akan menerapkan pendekatan ini hanya untuk kasus-kasus parah," pungkasnya.

    Virus korona sudah menewaskan 362 warga di Tiongkok. Sementara 17.370 warga lainnya terinfeksi virus yang berpusat di Wuhan, Provinsi Hubei itu.


     
     



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id