Digempur Korona, Tiongkok Yakin Ekonominya Tetap Kuat

    Marcheilla Ariesta - 04 Februari 2020 14:00 WIB
    Digempur Korona, Tiongkok Yakin Ekonominya Tetap Kuat
    Dubes Xiao Qian dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Selasa 4 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
    Jakarta: Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan virus korona pasti akan berdampak terhadap perekonomian di negaranya. Namun ia meyakini pertumbuhan ekonomi Tiongkok tidak akan jatuh hanya karena wabah virus korona.

    "Dampaknya hanya bersifat jangka pendek. Seperti wabah, (pertumbuhan ekonomi) bisa dikontrol," tutur Dubes Xiao dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Selasa 4 Februari 2020.

    Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok relatif tangguh di tengah dinamika yang mereka hadapi. Selain itu, Dubes Xiao juga menambahkan jika Tiongkok tetap memiliki potensi pasar yang besar.

    "Dasar ekonomi Tiongkok cenderung stabil, dan malah akan terus meningkat," terangnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Dubes Xiao mengatakan tidak ada satu pun wabah penyakit yang bisa membalikkan kecenderungan pasar. Dengan demikian, masyarakat internasional, terutama pelaku industri, diminta untuk tidak terlalu khawatir.

    Dubes Xiao menuturkan bahwa tahun ini negaranya akan selesai membangun program masyarakat yang berkecukupan secara menyeluruh. Secara komprehensif, Tiongkok akan terus memperdalam reformasi.

    "Kita akan mendorong keterbukaan dan kerja sama ekonomi serta perdagangan untuk meraih kemajuan," imbuh sang dubes.

    Dana Moneter Internasional (IMF) pun mendukung upaya-upaya Tiongkok dallam mengatasi wabah virus korona baru tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). IMF yakin ekonomi Tiongkok akan tetap tangguh meski digempur wabah.
     
    Sebelumnya, Bank Sentral China, People's Bank of China (PBOC), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan meluncurkan operasi pembelian kembali terbalik untuk mempertahankan likuiditas yang masuk akal dan juga pasar mata uang yang stabil selama berlangsungnya wabah virus korona.
     
    Bank sentral akan memompa 1,2 triliun yuan (setara Rp2.737 triliun) ke dalam perekonomian nasional untuk membantu membatasi kerugian pasar. Bank juga mengumumkan akan meningkatkan dukungan moneter dan kredit untuk perusahaan-perusahaan yang membantu memerangi virus, seperti yang bergerak di bidang medis.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id