ASEAN Tak Pernah Bahas Kepulangan Oposisi Kamboja

    Marcheilla Ariesta - 14 November 2019 20:08 WIB
    ASEAN Tak Pernah Bahas Kepulangan Oposisi Kamboja
    Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares (Foto:Medcom.id/Marcheilla)
    Jakarta: ASEAN merasa tak pernah mengangkat isu mengenai kepulangan oposisi Kamboja. Sebelumnya, Pemerintah Kamboja mengatakan telah melarang negara-negara ASEAN untuk menerima tokoh oposisi mereka.

    "Di ASEAN kita tidak pernah membahas isu ini. Dia datang sebagai individu," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares, di Jakarta, Kamis 14 November 2019.

    Ketika ditanya mengenai isu ada permintaan dari Kamboja untuk melarang negara ASEAN menerima oposisi, Jose menjawab belum melihat adanya permintaan tersebut. Menurut dia, isunya adalah ASEAN yang tidak mengintervensi.

    "Lebih kepada kita tidak ingin negara-negara besar masuk ke sini untuk merecoki urusan kita di Indonesia. Sama halnya di ASEAN ini juga diterapkan," imbuhnya

    Dia merasa itu adalah masalah masing-masing di dalam negeri. Meski demikian, Indonesia tetap menghormati keputusan dalam negeri Kamboja.

    Jose menambahkan Indonesia menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun, Indonesia juga tidan bisa melakukan sesuatu untuk membantu orang dari negara asing 'berlindung' di Indonesia.

    "Kita menjunjung tinggi HAM, artinya dalam contoh konkretnya orang itu datang ke kita. Terus orang itu minta negara itu untuk melakukan sesuatu (membantu) terhadap dia. Ya tidak bisa. Itu dasarnya apa?" sambung Jose.

    Sementara, untuk kerja sama ekstradisi antara Indonesia dan Kamboja, Jose merasa belum ada. "Kalau di ASEAN baru model law. Belum ada treaty-nya," terangnya.

    Sam Rainsy merupakan pimpinan Cambodia National Rescue Party (CNRP) yang menjadi lawan politik Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Rainsy dilarang untuk kembali ke negaranya dan beberapa kali ditolak untuk mendapatkan suaka.

    Kedatangan Sam Rainsy diketahui dari cuitan Wakil Presiden CNRP, Mu Sochua. "Sam Rainsy datang ke Indonesia dan akan bertemu dengan anggota parlemen," cuitnya.

    Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Kepada Medcom.id, Meutya mengatakan mereka tidak ada agenda bertemu tamu dari Kamboja. Bahkan, agenda ini sama sampai besok.

    "Tidak ada agenda Komisi I menerima tamu dari Kamboja. Komisi I DPR hari ini hingga esok, tengah melakukan kunjungan ke industri pertahanan nasional," serunya. 



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id