comscore

Pakistan Klaim 35 Orang Tewas di Pertempuran Perbatasan Kashmir

Fajar Nugraha - 21 Agustus 2019 06:38 WIB
Pakistan Klaim 35 Orang Tewas di Pertempuran Perbatasan Kashmir
Pasukan paramiliter India melakukan penjagaan ketat di wilayah perbatasan Kashmir. Foto: AFP.
Islamabad: Seorang pejabat tinggi di Pakistan mengungkapkan bahwa pertempuran lintas-perbatasan baru-baru ini dengan India telah menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya di pihak Pakistan di wilayah Kashmir yang disengketakan.

Pengungkapan itu muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para pemimpin kedua negara yang bersenjatakan nuklir dan mendesak mereka untuk mengurangi ketegangan. Meskipun Trump sendiri menggambarkan situasinya sebagai ‘sulit’.
Pakistan juga mengumumkan Selasa bahwa akan membawa sengketa Kashmir dengan India ke Pengadilan Internasional. Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi mengatakan kepada saluran televisi lokal pemerintah Pakistan telah mengambil keputusan ‘setelah mempertimbangkan semua aspek hukum’ dari kasus tersebut.

Eskalasi militer dipicu penghapusan kontroversial dari otonomi khusus wilayah Kashmir oeh India. Langkah itu memecah wilayah itu menjadi dua wilayah persatuan.

Islamabad dengan cepat menolak dan mengutuk langkah 5 Agustus itu sebagai pelanggaran pengertian bilateral, juga internasional, yang menghalangi kedua negara untuk mengubah status Kashmir.

"Penembakan tanpa henti sedang berlangsung. Orang India telah menggunakan munisi tandan dalam bentrokan ini. Sejauh ini, hampir 35 orang tewas, ratusan orang terluka, rumah-rumah, toko-toko dan tanaman hancur sementara ternak juga terbunuh," kata Presiden Kashmir wilayah Pakistan, Masood Khan, seperti dikutip VOA, Rabu, 21 Agustus 2019.

Dia tidak menjelaskan saat berpidato di konferensi pers di Islamabad apakah korban tewas adalah warga sipil atau termasuk kerugian militer.

“Penembakan intensif telah berkembang menjadi krisis serius, dan itu bisa menjadi taktik India untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap wilayah kami,” tutur Khan.

Tentara Pakistan sejauh ini mengonfirmasi pembunuhan empat tentaranya dan beberapa warga sipil dalam lebih dari dua minggu pertempuran di Kashmir.

Juru bicara militer Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan, tiga warga sipil lagi dalam bentrokan baru Selasa. Dia mengklaim pasukan Pakistan tewas setidaknya enam tentara India dalam serangan balasan.

Tidak mungkin untuk mencari verifikasi independen atas klaim yang dibuat oleh kedua belah pihak tentang pertempuran yang sedang berlangsung.

Tindakan India untuk membatalkan status khusus untuk satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim di negara itu disertai dengan jam malam yang luas dan pemadaman komunikasi, memotong jutaan warga Kashmir dari seluruh dunia. Laporan media India mengatakan hampir 4.000 pemimpin politik, aktivis dan perwakilan masyarakat sipil juga telah ditangkap untuk mencegah reaksi kekerasan.

Pihak berwenang India pada Senin mengatakan mereka telah mulai meredakan penumpasan keamanan dua minggu di beberapa bagian Kashmir, termasuk kota utama Srinagar. Warga dan pengamat independen, bagaimanapun, terus mengungkapkan keprihatinan serius atas krisis kemanusiaan yang berasal dari penumpasan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id