Delapan WNI Diculik di Perairan Malaysia, Tiga Dilepaskan

    Antara - 19 Januari 2020 10:30 WIB
    Delapan WNI Diculik di Perairan Malaysia, Tiga Dilepaskan
    Kapal yang digunakan delapan WNI di perairan Tambisan Lahad Datu Malaysia. (Foto: Antara)
    Sabah: Penculikan warga negara Indonesia di perairan Malaysia kembali terjadi. Kali ini, penculikan terjadi di perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

    Dikutip dari Antara, penculikan terjadi pada delapan kru kapal yang semuanya WNI. Lima orang diculik, namun tiga lainnya dibebaskan bersama kapalnya.

    Informasi yang diperoleh melalui siaran tertulis aparat kepolisian Tambisan pada Sabtu, menyebutkan bahwa lokasi penculikan tidak jauh dari kasus yang menimpa Muhammad Farhan pada 23 September lalu, tepatnya di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu.

    Kali ini, penculikan terjadi pada Kamis kemarin, sekira pukul 20.00 waktu setempat saat kedelapan WNI ini menangkap ikan menggunakan kapal kayu dengan izin terdaftar Nomor SSK 00543/F.

    Laporan penculikan terhadap kedelapan WNI diterima aparat kepolisian maritim Lahad Datu pada Jumat kemarin, sekira pukul 13.17 waktu setempat. Setelah mendapatkan laporan, aparat kepolisian bergerak melajukan pencarian akhirnya melihat kapal bergerak dari arah Filipina memasuki perairan Malaysia.

    Keberadaan kapal yang digunakan WNI tersebut terpantau radar Pos ATM Tambisan pada Jumat sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Aparat kepolisian maritim Lahad Datu menahan kapal tersebut sambil melakukan penggeledahan dan ditemukan tiga kru semuanya WNI.

    Ketiga WNI yang ditemukan bersama kapalnya adalah Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20) dan Pian bin Janiru (36).

    Sedangkan lima rekannya yakni Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27) dan Edi bin Lawalopo (53) dipastikan disandera.

    Berdasarkan hasil interogasi terhadap ketiga WNI, disebutkan bahwa pada saat sedang menangkap ikan, mereka didatangi enam orang bertopeng yang menggunakan kapal cepat.

    Keenam bertopeng itu membawa kedelapan WNI ke wilayah perairan Filipina. Namun hanya lima rekannya yang disandera, sedangkan tiga dibiarkan pulang untuk membawa kapalnya kembali ke Tambisan.

    Aparat kepolisian Lahad Datu berjanji akan melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban.

    Sebelumnya, Konsul RI Tawau, Sulistijo Djati Ismoyo, pernah menyatakan agar tidak ada lagi kasus penculikan terhadap WNI pascapenyelamatan Muhammad Farhan dari sandera Kelompok Abu Sayyaf Group (ASG).

    Pada kesempatan itu, Djati sapaan Konsul RI Tawau ini mengingatkan WNI yang beraktifitas di laut agar menjaga keselamatan dan waspada terhadap segala kemungkinan yang mencurigakan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id