MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Bom Pipa Ditemukan di Bandara Sri Lanka

    Sonya Michaella - 22 April 2019 09:44 WIB
    Bom Pipa Ditemukan di Bandara Sri Lanka
    Penumpang menumpuk di Bandara Internasional Sri Lanka. (Foto: AFP)
    Kolombo: Bandara Internasional Kolombo di Sri Lanka terpaksa ditutup sementara setelah Angkatan Udara menemukan sebuah bom pipa. Angkatan Udara Sri Lanka menyimpulkan sebagai Alat Peledak Improvisasi (IED).

    "Bom pipa ini merupakan bom rakitan, dengan bahan peledak dimasukkan ke dalam pipa," kata juru bicara AU Sri Lanka Kapten Gihan Seneviratne, dikutip dari NDTV, Senin 22 April 2019.
    Ia menambahkan, bom yang mempunyai panjang enam kaki atau sekitar 1,8 meter tersebut sudah diledakkan menggunakan alat khusus oleh tim gegana.

    Bandara pun ditutup sementara karena ratusan calon penumpang sempat panik. Salah satu penerbangan yang ditunda adalah maskapai penerbangan Sri Lankan. 

    Baca: Para Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Teroris di Sri Lanka

    Bom pipa ini ditemukan seiring dengan serangkaian delapan bom yang meledak di gereja dan hotel di Kolombo dan menewaskan sekitar 207 orang.

    Sementara itu, delapan orang terkait pengeboman dahsyat tersebut telah ditangkap kepolisian setempat. Para tersangka meledakkan bom di sebuah kafe dan koridor hotel. Menurut peneliti, bahan peledak yang digunakan berjenis C-4.

    Salah satu tersangka pelaku bom bunuh diri dilaporkan masuk ke hotel Cinnamon Grand di Kolombo. Dia diidentifikasi sebagai Mohamed Azzam Mohamed.
     
    Sementara dua tersangka pelaku bom bunuh diri lainnya melakukan serangan di Hotel Shangri La dan gereja Batticaloa. Menurut News 18, keduanya diidentifikasi sebagai Zahran Hashim dan Abu Mohammed.

    Baca: Delapan Orang Ditangkap Terkait Bom di Sri Lanka

    Dari total korban tewas dan luka, puluhan diantaranya adalah warga negara asing (WNA). Para WNA itu, menurut otoritas Sri Lanka, berasal dari Inggris, Belanda, Amerika Serikat dan lainnya.
     
    Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom di Sri Lanka.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id